Abstract :
Program konversi minyak tanah ke LPG memunculkan
permintaan akan alat penampung LPG dalam kapasitas
besar yang biasanya ditempatkan di Stasiun Pengisian
dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), yaitu LPG Storage
Tank. Peluang bisnis ini dimanfaatkan oleh perusahaan
untuk mendapatkan tender proyek pengerjaan LPG Storage
Tank. Pada pengalaman sebelumnya, tidak dilakukan
perencanaan yang jelas dan terdapat masalah dalam hal
pengaturan sumber daya yang terbatas sehingga
penyelesaian proyek menjadi terlambat hingga dua hari
dan perusahaan terkena sanksi penalti. Oleh karena itu,
penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan perencanaan
proyek sehingga proyek dapat selesai tepat pada
waktunya.
Berdasarkan data yang ada seperti gambar detail
beserta part list, harga material dan consumable (dari
estimasi untuk penawaran), tarif telepon, tarif
listrik, daya mesin dan peralatan, biaya tenaga kerja,
dan waktu target penyelesaian proyek maka dapat disusun
perencanaan untuk proyek tersebut melalui WBS, RASIC
matrix, Gantt chart, Critical Path Method (CPM),
project crashing, dan S-curve.
Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan
perencanaan proyek LPG Storage Tank Kapasitas 50 Ton
untuk waktu normal dengan durasi 46,23 hari dan biaya
total Rp787.167.947,00. Selain itu, didapatkan pula
hasil perencanaan proyek untuk waktu dipercepat melalui
penambahan jam lembur (overtime) dengan durasi 39,85
hari dan biaya total Rp787.424.035,00. Percepatan ini
membawa konsekuensi pertambahan biaya sebesar
Rp256.250,00, namun sangat kecil jika dibandingkan
dengan penalti keterlambatan yang besarnya 1% dari
harga penawaran per hari.