DETAIL DOCUMENT
PENGARUH KOMBINASI SEKAM PADI DAN SEMEN SEBAGAI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN LAPIS ASPAL BETON
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Sanda, Junianto
Subject
Transportasi 
Datestamp
2016-02-15 10:00:52 
Abstract :
Lapis Aspal Beton (LASTON) adalah suatu lapisan pada konstruksi perkerasan jalan raya yang terdiri dari campuran aspal keras dan agregat yang mempunyai gradasi menerus, yang dicampur, dihampar, dan dipampatkan dalam keadaan panas pada suhu tertentu. LASTON terdiri dari tiga macam campuran, laston lapis aus (AC-WC), laston lapis antara (AC-BC), dan laston lapis pondasi (AC-Base). Lapisan aspal beton (LASTON) merupakan campuran dari aspal dan agregat. Agregat yang digunakan adalah agregat kasar, agregat halus dan filler (bahan pengisi). Filler yang biasa digunakan adalah semen portland, abu kapur, atau debu batu. Namun, seperti yang kita ketahui bahwa semua bahan itu cukup mahal, untuk itu diperlukan penggunaan filler yang lebih ekonomis namun tidak mengurangi kekuatan dari perkerasan itu sendiri, seperti kombinasi penggunaan sekam padi dan semen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar aspal optimum dan nilai marshall test dari kombinasi penggunaan sekam padi dan semen sebagai filler yang meliputi : nilai stabilitas, Marshall Quotient, flow, density, Void In The Mix, Void Filled With Asphalt. Penelitian ini menggunakan metode Marshall yang digunakan pada beberapa variasi perbandingan benda uji. Variasi kadar filler sekam padi (P) dan semen (S), yaitu (0P : 4S), (1P : 3S), (2P : 2S), (3P : 1S), (4P : 0S) dengan variasi kadar aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,5%. Persyaratan yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan Spesifikasi Bina Marga 2010 Revisi 3. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan kombinasi sekam padi dan semen dalam AC (Asphalt Concrete), hampir semua nilai Void Filled With Asphalt (VFWA) memenuhi syarat, kecuali pada campuran aspal 5% dengan variasi perbandingan (0P : 4S), (1P : 3S), (2P : 2S), campuran aspal 5,5% dengan variasi perbandingan (1P : 3S). Nilai Void In The Mix (VITM) yang memenuhi syarat adalah campuran dengan kadar aspal 5,5% dengan variasi perbandingan (3P : 1S), (4P : 0S), kadar aspal 6% dengan variasi perbandingan (1P : 3S), (2P : 2S), (3P : 1S), kadar aspal 6,5% dengan variasi perbandingan (0P : 4S), (1P : 3S), (2P : 2S), dengan persyaratan nilai VITM adalah 3% - 5%. Semua nilai flow dan stabilitas memenuhi persyaratan. Nilai QM yang tidak memenuhi persyaratan ada pada kadar aspal 6,5% dengan variasi perbandingan (4P : 0S). Untuk peneliti selanjutnya, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara pencampuran agar mendapat hasil yang lebih baik, dan juga perlu dicari tahu suhu pembakaran sekam padi. 
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta