Abstract :
Perencanaan struktur bangunan terutama bangunan gedung bertingkat tinggi memerlukan suatu
analisis struktur yang mengarah pada perencanaan bangunan tahan gempa. Dalam tugas akhir ini,
penulis mempelajari bagaimana merancang elemen-elemen struktur pada bangunan Gedung Bank
Modern Solo agar gedung tersebut mampu mendukung beban-beban yang bekerja. Gedung Bank
Modern Solo merupakan gedung 9 lantai dan terletak di wilayah gempa 3. Gedung ini direncanakan
dengan daktilitas penuh dan menggunakan Sistem Rangka Penahan Momen Menengah (SRPMM).
Pada penulisan tugas akhir ini penulis merancang pelat atap, tangga, pelat lantai, balok serta kolom
sebagai elemen struktur atas. Mutu beton yang digunakan f?c = 30 MPa, mutu baja 240 MPa untuk
tulangan yang berdiameter kurang atau sama dengan 12 mm dan mutu baja 400 MPa untuk tulangan
yang berdiameter lebih dari 12 mm. Beban-beban yang dianalisis meliputi beban mati, beban hidup
dan beban gempa. Perancangan dilakukan dengan konsep desain kapasitas yang mengacu pada SNI
03-2847-2002, yaitu kolom kuat balok lemah. Struktur direncanakan dengan menggunakan ETABS
dengan tinjauan 3 dimensi.
Hasil perencanaan struktur yang diperoleh pada tugas akhir ini berupa dimensi tangga, dimensi
struktur pelat, balok, kolom, dan penulangannya yaitu jumlah tulangan, dimensi tulangan, dan spasi
tulangan. Pelat lantai dan atap dengan tebal 100 mm dengan tulangan utama P10. Dimensi balok
struktur terbesar yang digunakan untuk lantai 1 s/d lantai 9 adalah 250/500, dimana pada Story 8
pada daerah tumpuan menggunakan tulangan atas 3D25 dan tulangan bawah 2D25, sedangkan pada
daerah lapangan menggunakan tulangan atas 2D25 dan tulangan bawah 3D25. Tulangan sengkang
digunakan 3P10-70 pada daerah sendi plastis dan 2P10-100 pada daerah diluar sendi plastis. Dimensi
kolom untuk lantai 1 s/d lantai 9 yang terbesar adalah 800x800 mm. Pada Story 4 menggunakan
tulangan pokok 12D25, dan tulangan sengkang 4P12-80 di sepanjang sendi plastis dan 4P12-150 di
luar sendi plastis.