Abstract :
Beton banyak digunakan dalam dunia kontrusksi dikarenakan memiliki kuat desak atau kuat tekan beton yang tinggi. Dari sekian banyak kelebihan, beton juga memiliki kekurangan yaitu sifatnya yang getas dan sering retak akibat beban tarik. Untuk mengatasi lemahnya kuat tarik tersebut, beton dapat dipadukan dengan bahan tambah (Additive) yang salah satunya adalah serat Polypropylene. Penambahan serat ini dimaksudkan untuk memperbaiki karakteristik beton sehingga menjadi lebih kuat. Penambahan serat memiliki kadar optimum, sehingga menjadi perlu untuk diketahui seberapa banyak komposisi serat polypropylene untuk mencapai kekuatan beton yang maksimum.
Penelitian ini menggunakan beton dengan campuran serat polypropylene dengan variasi kadar yang berbeda-beda, yaitu 0,0 kg/m3 (Normal); 0,6 kg/m3; 0,7 kg/m3; 0,8 kg/m3; 0,9 kg/m3; 1,0 kg/m3 beton. Jumlah benda uji sebanyak 108 silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Penelitian ini dilakukan terhadap beton mutu normal dengan fc? rencana 25 MPa dengan faktor air semen (fas) 0,44. Sifat mekanik yang ditinjau adalah kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas beton, yang diuji pada umur beton 7 hari, 14 hari, dan 28 hari.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa secara rata-rata, kadar optimum penambahan serat polypropylene adalah 0,9 kg/m3 beton, yang ditunjukan dengan hasil pengujian pada umur beton 28 hari, kuat tekan beton serat mengalami peningkatan 12,45 % dari kuat tekan beton normalnya, untuk kuat tarik belah mengalami peningkatan hingga mencapai 43 % dari beton normal, sedangkan nilai modulus elastisitas mengalami penurunan sebesar 0,8 % dari beton normalnya.