DETAIL DOCUMENT
BENTUK – BENTUK PENYIMPANGAN PERILAKU DALAM INDUSTRI KONSTRUKSI
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Panuntun, Damar
Subject
Manajemen Konstruksi 
Datestamp
2013-05-06 11:45:58 
Abstract :
Lembaga survei Internasional Transparansi menunjukkan bagaimana korupsi meningkat mencapai 25% ( dua puluh lima persen ) dari harga kontrak penawaran sumber daya umum, menyebabkan pemborosan sumber umum, kehilangan kesempatan membangun, ketidakstabilan lingkungan bisnis, sehingga meningkatkan kerugian. Berdasarkan hasil tersebut, skala korupsi dalam konstruksi lebih besar dari sektor lain dibidang ekonomi. Faktor - faktor yang membuat sektor konstruksi mudah berperilaku menyimpang yaitu dikarenakan adanya persaingan kontrak yang tinggi dan sengit, sulitnya birokrasi untuk mendapatkan persetujuan dan perijinan; banyaknya keunikan proyek sehingga menyulitkan dalam membandingkan harga; banyaknya kesempatan untuk keterlambatan dan overrun; serta fakta bahwa kualitas pekerjaan dapat ditutupi oleh beton, plester / gips, cladding / pakaian. ( Transparency International, 2005 ) Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebar angket kuisioner kepada konsultan perencana, kontraktor, konsultan pengawas dan masyarakat umum. Sedangkan bentuk ? bentuk penyimpangan perilaku antara lain : bentuk ? bentuk kolusi saat tender, pihak ? pihak yang berkolusi, bentuk ? bentuk penyuapan dan bentuk ? bentuk kelalaian. Setelah mendapatkan data yang diperoleh dari kuisioner kemudian dicari nilai persentase dari masing - masing penyimpangan yang terjadi kemudian dibandingkan dengan nilai persentase dari penelitian Bowen, Paul., et al. Dari hasil persentase itu kemudian diurutkan menjadi rangking dan dibandingkan dengan hasil penelitian dari Bowen, Paul., et al.  
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta