Abstract :
Lembaga survei Internasional Transparansi menunjukkan bagaimana korupsi meningkat mencapai
25% ( dua puluh lima persen ) dari harga kontrak penawaran sumber daya umum, menyebabkan
pemborosan sumber umum, kehilangan kesempatan membangun, ketidakstabilan lingkungan bisnis,
sehingga meningkatkan kerugian. Berdasarkan hasil tersebut, skala korupsi dalam konstruksi lebih
besar dari sektor lain dibidang ekonomi. Faktor - faktor yang membuat sektor konstruksi mudah
berperilaku menyimpang yaitu dikarenakan adanya persaingan kontrak yang tinggi dan sengit,
sulitnya birokrasi untuk mendapatkan persetujuan dan perijinan; banyaknya keunikan proyek
sehingga menyulitkan dalam membandingkan harga; banyaknya kesempatan untuk keterlambatan
dan overrun; serta fakta bahwa kualitas pekerjaan dapat ditutupi oleh beton, plester / gips, cladding /
pakaian. ( Transparency International, 2005 )
Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebar angket kuisioner kepada konsultan perencana,
kontraktor, konsultan pengawas dan masyarakat umum. Sedangkan bentuk ? bentuk penyimpangan
perilaku antara lain : bentuk ? bentuk kolusi saat tender, pihak ? pihak yang berkolusi, bentuk ?
bentuk penyuapan dan bentuk ? bentuk kelalaian.
Setelah mendapatkan data yang diperoleh dari kuisioner kemudian dicari nilai persentase dari masing
- masing penyimpangan yang terjadi kemudian dibandingkan dengan nilai persentase dari penelitian
Bowen, Paul., et al. Dari hasil persentase itu kemudian diurutkan menjadi rangking dan dibandingkan
dengan hasil penelitian dari Bowen, Paul., et al.