Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
MITRI, PILIPHUS DENIA CHRISNA
Subject
Struktur
Datestamp
2013-05-03 13:36:50
Abstract :
Jalan merupakan prasarana dalam penunjang aktivitas manusia di segala
bidang. Lapis Aspal Beton (Laston) merupakan suatu lapisan pada konstruksi
jalan yang terdiri dari campuran aspal keras dan agregat yang mempunyai gradasi
menerus, dicampur pada suhu 170° C, dihamparkan pada suhu minimum120° C
dan dipadatkan pada suhu minimum 110° C. Namun seiring dengan
perkembangan tersebut, menyebabkan transportasi jalan di Indonesia tidak
menjadi lebih baik, karena adanya peningkatan volume lalu lintas sehingga jalan
menjadi cepat rusak. Pada umumnya kerusakan berupa retak ? retak (cracking)
dan gelombang (corrugation), kerusakan jalan tersebut diakibatkan karena
kelenturan campuran beton aspal kurang sehingga campuran beton aspal menjadi
terlalu keras.
Pada penelitian ini akan ditinjau pengaruh penambahan limbah styrofoam
dan minyak pelumas bekas pada beton aspal terhadap karakteristik Marshall
seperti Density, Void Filled With Asphalt (VFWA), Void In The Mix (VITM),
stabilitas, Flow, dan Marshall Quotient (QM). Penelitian ini dilaksanakan dengan
melakukan pengujian Marshall pada beberapa variasi benda uji yang dibuat
ganda. Variasi kadar minyak pelumas bekas adalah 0%; 2,5%; 5%; dan 7,5%
dengan kadar styrofoam 0,03%.
Hasil penelitian menunjukkan penggunaan limbah styrofoam dan minyak
pelumas bekas cenderung menaikkan nilai Density, VFWA, dan Flow; sedangkan
nilai VITM, stabilitas, dan QM cenderung lebih rendah daripada campuran beton
aspal normal. Berdasarkan spesifikasi SKBI-2.4.26.1987, didapatkan kadar aspal
optimum sebesar 6,5% hanya pada campuran 0,03% styrofoam dengan minyak
pelumas bekas 5%. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi 0,03% limbah
styrofoam dengan 2,5%; 5%; dan 7,5% minyak pelumas bekas belum mampu
menghasilkan fleksibilitas yang baik pada campuran beton aspal.