Abstract :
Sukoharjo merupakan salah satu kota besar di Jawa Tengah. Secara geografis kota ini terletak
pada jalur yang strategis dan berpotensi untuk melakukan berbagai macam aktivitas. Karena
letaknya strategis sehingga terjadi peningkatan jumlah penduduk dan berdampak pada
meningkatnya laju pertumbuhan kendaraan dan mempengaruhi terjadinya konflik lalu lintas,
kemacetan, parkir liar dan turun naik penumpang didaerah simpang. Kondisi ini
menyebabkan kinerja simpang tidak maksimal dalam melayani pengguna simpang, dari
kondisi tersebut menyebabkan nilai derajat kejenuhan, panjang antrian, tundaan dan nilai
kendaraan terhenti pada simpang melebihi nilai yang di persyaratkan MKJI 1997. Kondisi
seperti ini dapat dilihat pada simpang empat bersinyal Jalan A. Yani Sukoharjo. Penelitian ini
dilakukan selama 3 hari yaitu hari Sabtu 21 Mei 2011, Minggu 22 Mei 2011 dan Senin 23
Mei 2011 dengan waktu pengamatan dilakukan pada pagi hari pukul 06.00 - 08.00 WIB,
siang hari pukul 12.00 - 14.00 dan sore hari pukul 16.00 - 18.00. Data yang diperoleh
dilapangan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode MKJI 1997. Berdasarkan
analisis yang dilakukan pada kondisi asli di lapangan atau eksisting diperoleh nilai derajat
kejenuhan pendekat utara 1,14, selatan 1,03, timur 0,48 dan barat 1,08. Kendaraan terhenti
rata-rata stop/smp 2,05, yang melampaui angka aman yang disyaratkan MKJI 1997. Untuk
mengatasi permasalahan dilakukan tiga alternatif penyelesaian. Alternatif I yaitu pengaturan
waktu hijau, jarak parkir sebesar 75 meter diperoleh nilai derajat kejenuhan pendekat utara
0,61, selatan 0,71, timur 0,75, barat 0,74 dan kendaraan terhenti rata-rata stop smp/jam 0,68,
alternatif II yaitu desain geometrik simpang yaitu menambah lebar We diperoleh nilai derajat
kejenuhan pada pendekat utara 0,40, selatan 0,72, timur 0,72, barat 0,722 dan kendaraan
terhenti rata-rata stop/smp 0,65, alternatif III yaitu pengaturan (dari 3 fase menjadi 4 fase),
pengaturan waktu hijau, parkir dengan desain geometrik. Derajat kejenuhan pada pendekat
utara 0,489, pendekat selatan 0,568, pendekat timur 0,711, pendekat barat 1,30 dan kendaraan
terhenti rata-rata stop/smp 0,64. Berdasarkan ketiga alternatif diatas, alternatif ketiga adalah
pilihan terbaik untuk mengurangi konflik yang terjadi pada simpang empat bersinyal Jalan A.
Yani Sukoharjo saat ini dan memiliki DS < 0,75 dan NS < 1 yang memenuhi syarat MKJI
1997.