DETAIL DOCUMENT
PENGUKURAN KESENJANGAN DIGITAL MASYARAKAT DI KOTA PEKALONGAN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
LISTIANING TYAS, DYAH
Subject
Enterprise Inf System 
Datestamp
2016-03-08 11:53:00 
Abstract :
Kesenjangan digital perlu diukur sebagai bahan pertimbangan Pemerintah Kota Pekalongan dalam menyusun strategi dan kebijakan pelayanan publik yang berkaitan dengan TIK. Hasil pengukuran kesenjangan digital juga dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Pekalongan sebagai acuan dalam pemerataan akses dan kemampuan TIK bagi masyarakat melalui penyediaan infrastruktur maupun program pelatihan untuk pengembangan SDM. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu diukur tingkat kesenjangan digital pada masyarakat Kota Pekalongan SIBIS merupakan hasil kegiatan dari komisi Eropa (European Commision) yang digunakan untuk menganalisa dan membandingkan berbagai macam indikator yang berbeda untuk mengukur kesenjangan digital (SIBIS, 2003). Pengukuran kesenjangan digital menggunakan indikator SIBIS GPS telah sukses diterapkan dalam pengukuran kesenjangan antar negara dalam masyarakat di Uni Eropa. Dalam penelitian ini menggunakan SIBIS (Statistical Indicators Bechmarking the Information Society) GPS (General Population Survey) dengan menggunakan indikator perilaku penggunaan internet, kegunaan penggunaan internet dan e-government. Populasi penelitian ini adalah masyarakat kota Pekalongan yang berusia 17 ? 58 tahun, dan diambil 100 responden dengan metode Proportionate Stratified Random Sampling Hasil dari pengukuran kesenjangan digital yang telah dilakukan dalam penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesenjangan perilaku penggunaan internet berada pada kategori rendah, tingkat kesenjangan kegunaan penggunaan internet berada pada kategori rendah, tingkat kesenjangan e-government berada pada kategori tinggi, sementara kondisi kesenjangan digital berdasarkan faktor kelompok usia, pendidikan, pekerjaan memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap tingkat kesenjangan digital masyarakat di kota Pekalongan, sementara jenis kelamin tidak cukup signifikan memberi pengaruh terhadap tingkat kesenjangan digital. 
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta