Abstract :
Pasar Wonokromo di Surabaya merupakan daerah perdagangan yang mempunyai aktifitas yang
tinggi terutama pada jam ? jam sibuk. Pada saat jam sibuk hambatan samping yang terjadi seperti
kendaraan/berhenti, pejalan kaki, kendaraaan yang keluar masuk lahan samping jalan dan arus
kendaraan yang bergerak lambat menyebabkan terjadinya penurunan kecepatan kendaraan yang
yang menyebabkan terjadi kemacetan arus lalulintas. Penelitian dilakukan pada Lokasi Jalan
Stasiun Wonokromo Kota Surabaya dengan jarak 200 m selama 3 hari yaitu hari Sabtu 16 Juli
2011, Minggu 17 Juli 2011, dan Senin 18 Juli 2011. Waktu pengamatan yang dipakai dalam
penelitian ini pada pagi pukul 06.00 ? 08.00, siang pukul 11.00 ? 13.00, dan sore pukul 16.00 ?
18.00. Penelitian perhitungan yang dilakukan yaitu kecepatan sesaat kendaraan ringan, Volume
lalulintas dan hambatan samping untuk tiap interval waktu 15 menit. Hasil masing-masing
penelitian dipilih jam puncak tertinggi yang akan digunakan untuk analisis menggunakan MKJI
1997 untuk mengetahui kinerja jalan. Bedasarkan analisis yang dilakukan pada kondisi eksisting
diperoleh derajat kejenuhan(DS) sebesar 0,79 dari arah selatan dan 0,71 dari arah utara. Untuk
mengatasi permasalahan dilakukan empat alternatif. Alternatif I meniadakan parkir pada badan
jalan diperoleh DS 0,65. Alternatif II membuat halte diperoleh DS 0,71. Alternatif III jembatan
penyebrangan diperoleh DS 0,74, dan Alternatif IV membuat jalur khusus kendaraan
lambat (becak,sepeda dan gerobak) diperoleh DS 0,74. Berdasarkan analisis menggunakan MKJI
1997, untuk mengatasi masalah penulis memberikan alternatif solusi yaitu dengan meniadakan
parkir pada badan jalan yang karena hal ini akan menambah kapasitas dari 2793,12 smp/jam
menjadi 3400,32 smp/jam dan menambah kecepatan dari 40 km/jam menjadi 52 km/jam. Serta
nilai derajat kejenuhan turun dari 0,79 menjadi 0,65.