Abstract :
Terminal Jombor merupakan prasarana transportasi publik di Kabupaten Sleman yang
melayani hampir semua jalur angkutan umum baik itu AKAP, AKDP, Angkudes maupun
Trans Jogja. Selain dipergunakan sebagai arus keluar masuk angkutan umum, Terminal
Jombor juga dipergunakan sebagai tempat untuk menginap angkutan umum khusus AKAP.
Kondisi ini kemudian menyebabkan sirkulasi angkutan umum di terminal Jombor menjadi
tidak lancar karena luas lahan terminal kurang dari satu hektar dan daya tampung terminal
pada saat ini dianggap belum memadai, disamping itu pemisahan parkir antar tipe angkutan
umum juga belum terlihat jelas. Permasalahan lain yang terjadi di terminal adalah tidak adanya
pembatasan ruang untuk parkir antara angkutan umum yang menaikkan dan menurunkan
penumpang dengan pengantar penumpang angkutan umum. Penelitian ini bertujuan untuk: a)
mengevaluasi tingkat pelayanan penyelenggaraan terminal Jombor yang tersedia berdasarkan
Standar Pelayanan Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan (SPPTPAJ) dalam
Peraturan Menteri Perhubungan No 40 Tahun 2015 (PM 40 tahun 2015), b) meninjau kondisi
terminal Jombor secara teknis dan perencanaan pengembangan terminal Jombor berdasarkan
Studi Standarisasi Perencanaan Kebutuhan Fasilitas Perpindahan Angkutan Umum di Wilayah
Perkotaan oleh Dirjenhubdat 1994, c) mengetahui faktor - faktor yang paling mempengaruhi
penilaian dan ekspektasi pengguna terminal terhadap pelayanan yang diberikan.
Dalam penelitian ini dilakukan pengumpulan data dengan cara melakukan survei
lapangan berupa survei wawancara, survei kuisioner, survei keluar masuk kendaraan, survei
volume penumpang dan observasi. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 7 ? 26
September 2015. Metode yang digunakan dalam pengolahan data yaitu; a) menganalisis
pelayanan dengan metode comparasi berdasarkan SPPTAJ dalam PM 40 tahun 2015; b)
menghitung kebutuhan fasilitas terminal berdasarkan Studi Standarisasi Dirjenhubdat (SSD);
c) menganilisis data kuisioner dengan metode Importance Performance Analysis (IPA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa; a) pelayanan penyelenggaraan terminal Jombor
yang tersedia saat ini belum memenuhi SPPTAJ dalam PM 40 tahun 2015; b) tinjauan teknis
terminal Jombor yang tersedia saat ini berdasarkan SSD yaitu beberapa fasilitas yang terdapat
di terminal Jombor luasannya tidak memenuhi standar dan terdapat pula beberapa fasilitas
yang belum tersedia; c) tinjauan teknis perencanaan pengembangan terminal Jombor
berdasarkan SSD yaitu beberapa fasilitas yang terdapat di terminal Jombor telah memiliki
luasan yang memenuhi standar dan beberapa fasilitas lain luasannya tidak memenuhi standar.
Selain itu, terdapat beberapa fasilitas yang tidak tersedia di terminal Jombor dan terdapat pula
beberapa fasilitas yang tersedia di terminal Jombor namun fasilitas tersebut tidak tercantum
dalam SSD; d) faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian pengguna jasa adalah tersedia alat
pemadam kebakaran, tersedia pos, fasilitas dan petugas kesehatan, terdapat petugas keamanan
berseragam dan mudah terlihat, tersedia media pengaduan gangguan keamanan berupa stiker
berisi nomor telepon dan/ atau SMS pengaduan ditempel pada tempat yang stategis dan mudah
dilihat, tersedianya jadwal kedatangan dan keberangkatan kendaraan serta besaran tarif
kendaraan bermotor umum beserta realisasi jadwal secara tertulis, tersedianya jadwal
kendaraan umum dalam trayek lanjutan dan kendaraan umum tidak dalam trayek lanjutan
beserta realisasi jadwal secara tertulis, tersedia informasi pelayanan (jadwal, tarif dan rute),
tersedia informasi angkutan lanjutan, tersedia tempat istirahat awak kendaraan, tersedia tempat
penitipan barang terdapat ram portable atau ramp permanen untuk penyandang cacat (difabel),
tersedia toilet untuk penyandang cacat dan tersedia ruang ibu menyusui.