Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Sugiyoharto, Venansius Tri
Subject
Transportasi
Datestamp
2013-05-06 11:56:28
Abstract :
Seiring perkembangan jumlah penduduk di Kalimantan Barat maka semakin kompleks juga
aktivitasnya sehingga meningkatkan laju transportasi. Kabupaten Bengkayang yang merupakan
salah satu kabupaten yang berkembang di Propinsi Kalimantan Barat memiliki permasalahan
transportasi yang sangat menarik. Salah satunya adalah tarif angkutan umum. Tarif yang berlaku
disaat ini dinilai terlalu mahal oleh pengguna jasa. Untuk mengakomodasi permasalahan yang
ada, perlu dilakukan penelitian untuk menghitung besarnya tarif angkutan umum berdasarkan
biaya operasional kendaraan (BOK), serta membandingkan tarif angkutan umum (bus dan mobil
penumpang umum) hasil hitungan dengan tarif pada keadaan sebenarnya di lapangan. Penelitian
ini dilaksanakan di Bengkayang pada angkutan umum yaitu bus dan mobil penumpang umum
dengan rute Pontianak-Bengkayang dan dilaksanakan pada tanggal 29 Mei - 4 Juni 2011 selama
satu minggu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara
dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan tarif yang berlaku saat ini adalah
untuk bus sebesar Rp 30.000,00/ penumpang sedangkan tarif mobil penumpang umum sebesar
Rp 100.000,00/ penumpang. Berdasarkan perhitungan biaya operasional kendaraan didapat tarif
untuk bus yaitu sebesar Rp 25.300,00/ penumpang sedangkan untuk mobil penumpang umum
yaitu sebesar Rp 78.100,00/ penumpang. Terdapat perbedaan tarif antara tarif berdasarkan biaya
operasional kendaraan dengan tarif yang berlaku di lapangan. Untuk bus terdapat perbedaan tarif
Rp 4.700,00 sedangkan untuk mobil penumpang umum terdapat perbedaan tarif Rp 21.900,00.
Perbedaan tarif tersebut terlalu besar sehingga penumpang diharuskan membayar mahal
sedangkan pihak operator mendapatkan keuntungan yang besar. Operator mobil penumpang
umum mendapatkan keuntungan yang lebih besar dibanding operator bus. Hal ini disebabkan
pelayanan yang diberikan mobil penumpang umum lebih khusus dibanding bus, sehingga tidak
mengurangi minat penumpang untuk menggunakan mobil penumpang umum.