Abstract :
Yogyakarta merupakan kota pelajar, didominasi oleh banyak masyarakat
usia produktif yang berpotensi besar sebagai pelaku perokok aktif maupun pasif.
?Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, penyakit yang
berhubungan dengan organ paru merupakan penyakit yang perlu diwaspadai di
DIY, mengingat perihal yang telah menjadi satu penyebab kematian utama,
menimbulkan disabilitas dan menurunnya kualitas hidup serta membutuhkan
biaya yang tinggi dalam perawatan kesehatan.
Perkembangan penyakit TB merupakan salah satu dari penyakit infeksi
saluran pernapasan yang menjadi penyebab kesakitan dan kematian terbesar pada
Daerah Istimewa Yogyakarta. Sifat penularannya yang cukup sulit untuk disadari
dengan penyakit umum dan tingkat kesadaran warga yang masih rendah
menyebabkan penderita penyakit TB kadang tidak terdeteksi atau disadari oleh
korbannya sendiri maupun orang sekitar.
Rumah Sakit Khusus Paru di D.I.Yogyakarta merupakan wujud fasilitias
kesehatan yang diharapkan mampu untuk mendukung tingkat keberhasilan
sembuh pasien melalui tata ruang dan lansekap yang menerapkan keseimbangan
kebutuhan tubuh & jiwa dengan pendekatan Healing Environment. Upaya untuk
membentuk lingkungan yang mendukung penanganan terhadap sakit sehingga
mempercepat/mendukung proses penyembuhan.
Healing environment yang menerapkan keseimbangan tubuh & jiwa
adalah membentuk lingkungan sembuh yang sempurna menurut teori Christopher
Day. Kesembuhan yang sempurna harus dicapai melalui dua sisa yaitu dari tubuh
(fisik) dan Jiwa (bisa dicapai dengan dukungan Religi, dan Psikologis). Melalui
sisi arsitektur, hal ini dapat diwujudkan melalui pengolahan aspek eksternal, yaitu
lingkungan tempat manusia tinggal dan menjalani aktivitas.
Lingkungan manusia dibedakan menjadi 2 kategori, indoor dan outdoor.
Pada bangunan Rumah Sakit Khusus Paru di D.I.Yogyakarta, healing
environment akan digunakan untuk pengelola yaitu Tim Medis dan pengunjung.
Melalui aspek arsitektural yang akan diolah berupa : Warna, tekstur, Proporsi &
Skala pada sirkulasi cahaya, udara, dan manusia, serta material/jenis bahan yang
diterapkan pada tata ruang dan lansekap.