DETAIL DOCUMENT
SISTEM PELAYANAN JASA ANGKUTAN UMUM PADA KOTA ATAMBUA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Sikone, Engelbertus
Subject
Transportasi 
Datestamp
2013-05-06 11:18:27 
Abstract :
Angkutan umum penumpang merupakan penyedia jasa angkutan umum yang berfungsi untuk memberikan pelayanan kenyamanan, kemudahan, dan rasa aman kepada pengguna jasa angkutan umum di dalam melakukan operasi perjalanan. Dengan demikain untuk membahas suatu angkutan umum, tidak terlepas dari tersedianya fasilitas angkutan umum dan juga pengguna jasa angkutan untuk melakukan dari satu tempat ke berbagai arah tujuannya.Tujuan dari penelitian ini adalah Mengevaluasi pengaruh sistem kinerja jasa angkutan umum di perkotaan Atambua dan Memberi masukan pada tingkat kualitas pelayanan jasa angkutan umum di kota Atambua. Manfaat penelitian ini adalah sebagai bahan masukan bagi Pemerintah Kota Atambua dalam mengambil kebijakan mengenai jasa angkutan umum di Kota Atambua, meningkatkan serta merubah pola kinerja sistem pengoperasian di Kota Atambua, dan meningkatkan pelayanan angkutan umum di kota Atambua. Pada penelitian ini harus diperhatikan parameter evaluasi seperti rute perjalanan, jumlah penumpang, jumlah armada, kecepatan perjalanan, load factor, headway dan frekuensi. Penelitian ini juga dilakukan dengan beberapa metode penelitian yaitu metode observasi, metode wawancara, metode studi pustaka. Pengumpulan data penilitian meliputi data primer dan data sekunder. Hasil penelitian pada angkutan perkotaan di Kabupaten Belu ini menunjukan bahwa: jumlah penumpang diperoleh rata-rata adalah sebesar 48 penumpang. Nilai loadfactor rata-rata sebesar 46,98 %, angka ini masih dibawah Standar Pemerintah yaitu sebesar 70%. Kecepatan rata-rata adalah 15,9 km/jm, ini melebihi dari Standar Pemerintah yaitu 10-12 km/jm. Headway rata-rata sebesar 13,68 menit, angka ini sudah sesuai dengan Standar Pemerintah yaitu 10-20 menit. Untuk jumlah armada pada trayek ini tersedia sebanyak 17 angkot dan mengalami kelebihan armada yaitu sebanyak 10 angkot Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kinerja angkutan kota Kabupaten Belu belum baik karena ada beberapa kriteria yang sudah memenuhi standar seperti headway dan yang belum memeuhi standar seperti load factor, kecepatan rata-rata dan jumlah armada. Dapat disarankan agar Pemerintah Kabupaten Belu dapat memperhatikan dan mengevaluasi lagi kinerja angkutan kota di Kabupaten Belu. Serta mengatur ketepatan jadwal dan waktu keberangkatan angkot tersebut dan menonaktifkan angkot dengan tidak memperpanjang ijin trayek angkot yang sudah tidak layak pakai lagi.  
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta