Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
SUMARYATA, MELANIA ALVIANTI
Subject
Bangunan Arsitektural
Datestamp
2016-04-11 13:17:27
Abstract :
Youth Formation Center Kevikepan Yogyakarta (Pusat Pembinaan Kaum Muda
Kevikepan Yogyakarta) merupakan wadah pembinaan kaum muda katolik yang berdasarkan
ARDAS Keuskupan Agung Semarang tahun 2011 ? 2015, program kegiatan 5 (lima) komisi
Keuskupan Agung Semarang, dan keprihatinan-keprihatinan diadakan untuk membentuk
kaderisasi gereja. Kegiatan pembinaan (kaderisasi) kaum muda katolik sendiri berpedoman
pada Penjelasan Pedoman Karya Pastoral Kaum Muda yang dikeluarkan oleh Komisi
Kepemudaan KWI. Youth Formation Center akan diawali oleh Kevikepan Yogyakarta yang
secara garis besar merupakan Kevikepan di bawah Keuskupan Agung Semarang yang
memiliki jumlah paroki terbanyak dengan jumlah kaum muda katolik 58.012 jiwa.
Pembinaan kaum muda katolik sendiri bertujuan untuk membentuk kader sehingga mampu
terjun di masyarakat dan mampu berkarya (aktualisasi diri) dengan tetap berpedoman pada
iman katolik.
Melalui pendekatan perilaku, pemenuhan kebutuhan dasar manusia dapat terwujud
dalam tatanan lingkungan maupun ruang yang baik. Lingkungan maupun ruang tersebut
dapat menstimulasi pribadi menuju perilaku dalam aktualisasi diri. Lalu pertanyaannya
adalah Bagaimana wujud rancangan bangunan Youth Formation Center Kevikepan
Yogyakarta yang merepresentasikan aktualisai diri kaum muda katolik dengan pendekatan
perilaku?
Analisis Youth Formation Center memperlihatkan bahwa aktualisasi diri kaum muda
katolik adalah berkarakter, bersosial, dan memiliki spiritualitas iman. Secara umum, perilaku
yang dituju kaum muda katolik adalah eksplorasi, fokus/konsentrasi, kreatif, berani, percaya
diri, partisipatif, reflektif, simpati, empati, komunikatif, dan beretika. Konsep berawal dari
penataan massa bangunan di dalam tapak (Jl. Kaliurang km 23) yang menggunakan
pendekatan bentuk salib (cross) yang dapat bersifat linear dan centralized. Untuk konsep
tampilan bangunan menggunakan konsep aktualisasi diri yang terwujud dalam atap dan
elemen pelingkup bangunan dengan pendekatan arsitektur neo-vernakular yang memiliki sifat
aktualisasi diri. Dari kegiatan dan perilaku yang dituju, ruang Youth Formation Center
memiliki dua pengaturan, yaitu pengaturan loose fit dan tight fit. Pengaturan loose fit
dominan digunakan untuk ruang temporer, sedangkan pengaturan tight fit dominan digunakan
untuk ruang permanen.