Abstract :
Baja menjadi salah satu elemen penting dalam dunia konstruksi.Baja memiliki beberapa
keunggulan dalam kaitannya dengan pemakaian baja sebagai bahan utama dalam sebuah
bangunan. Selama ini baja profil yang sering digunakan sebagai struktur utama konstruksi
bangunan seperti kolom, balok dan gelagar jembatan adalah profil WF (wide flange) yang
berasal dari proses pembentukan panas. Dalam tugas akhir ini penulis mencoba membuat kolom
dengan menggunakan baja profil dari hasil bentukan dingin, yaitu profil C yang biasa digunakan
untuk konstruksi ringan. Dalam tugas akhir ini, balok baja profil C yang digunakan sebagai
benda uji berupa baja profil C ganda yang disambung menggunakan variasi sambungan las
dengan jarak 3h, 4h, dan 5h. Tugas akhir ini dilaksanakan dengan metode eksperimental dan
bertujuan untuk mengetahui beban maksimal yang dapat diterima balok baja profil C ganda
dengan variasi jarak sambungan las, serta mengetahui jarak sambungan las agar balok baja profil
C ganda dapat menahan beban paling maksimum. Balok baja profil C diuji dengan loading frame
dan diberi beban menggunakan hydraulic jack. Pembebanan dilakukan sampai batas maksimal
kekuatan balok. Pengamatan defleksi balok menggunakan dial gauge yang dipasang di tengah
bentang balok. Dari pengamatan beban dan defleksi balok dapat dianalisa perilaku lentur balok.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah balok baja profil C ganda dengan variasi jarak
sambungan las 3h, 4h, dan 5h mampu menahan beban sebesar 1448,577 kg untuk balok dengan
kode BC3H, balok dengan kode BC4H sebesar 1385,207 kg, sedangkan untuk balok dengan
kode BC5H sebesar 1393,895 kg. Hasil penenelitian ini juga menunjukkan bahwa balok dengan
kode BC4H memiliki tegangan lentur terbesar yaitu 121,1714 MPa.