Abstract :
Pusat perbelanjaan mempunyai pengertian sebagai suatu
tempat yang berintikan satu atau beberapa department store besar sebagai
daya tarik retail-retail kecil dan rumah makan dengan tipologi bangunan
seperti toko yang menghadap ke koridor utama mall atau pedestrian yang
merupakan unsur utama dari sebuah shopping mall dengan fungsi sebagai
sirkulasi dan sebagai ruang komunal bagi terselenggaranya interaksi antar
pengunjung dan pedagang (Maitland, 1987).
Di jaman modern ini, pusat perbelanjaan merupakan tempat favorite bagi
masyarakat untuk berbelanja. Bahkan pusat perbelanjaan bukan saja sebagai
sarana tempat berbelanja,tetapi juga menjadi tempat refreshing bagi orangorang
yang lelah melakukan aktifitasnya sehari-hari.
Untuk mendukung fungsi dari pusat perbelanjaan tersebut, perlu
diciptakan suasana yang terlihat menarik perhatian dan mampu untuk
menghilangkan kejenuhan calon pengunjungnya serta (rekreatif) dan
menciptakan suasana yang saling menguntungkan antara pedagang dengan
pengunjung (interaktif). Dengan kondisi kota Surabaya yang panas dan
semakin mencuatnya isu global warming maka Arsitektur hijau merupakan
konsep tepat untuk pusat perbelanjaan di Surabaya. Dengan Konsep
arsitektur hijau seperti penataan landsekap, efisiensi dan konservasi
energy,dll nantinya diharapkan akan membantu mengurangi adanya global
warming dan menampilkan konsep perbelanjaan yang berbeda dengan konsep
pusat perbelanjaan lainnya di Surabaya