DETAIL DOCUMENT
UJI KAPASITAS TARIK MODEL TIANG SIRIP PADA TANAH PASIR
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Kesuma, I Dewa Gede Mas Jaya
Subject
Geo Teknik 
Datestamp
2013-05-06 11:35:11 
Abstract :
Pondasi tiang yang digunakan pada bangunan biasanya didesain untukdapat memikul beban tekan. Perhitungan yang biasanya digunakan untuk menahan beban tekan pada tiang adalah tahanan ujung tiang dan tahanan yang berasal dari gesekan permukaan tiang dengan tanah. Pada kenyataannya beberapa struktur bangunan mengalami beban tarik yang lebih besar atau hampir sama dengan beban tekan yang harus dipikul oleh pondasi tersebut. Beberapa sruktur yang harus dirancang agar dapat menahan beban tarik antara lain: dermaga, menara air, menara transmisi, dll. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pemodelan pondasi tiang sirip yang sudah digunakan dilapangan. Ukuran model dibuat dengan penskalaaan dari ukuran aslinya. Terdapat 2 jenis model yang digunakan, yaitu: tiang kelompok dan tiang tunggal. Tiang polos digunakan sebagai pembanding pengujian tarik pada tiang sirip. Pada tiang kelompok jarak antar tiang bervariasi dari 3D, 4D, dan 5D. Pada tiang tunggal sirip, variasi rasio jarak antar sirip mulai dari 1,5, 2, dan 4,5. Pembebanan pada model sesuai standar ASTM D1143. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kedua jenis kelompok tiang memiliki kecenderungan peningkatan kapasitas tarik yang sama. Kapasitas tarik tertinggi pada tiang kelompok terjadi pada tiang sirip 5D sebesar 230.800 gram dengan perpindahan 288 mm, dan terendah pada tiang polos 3D sebesar 29.640 gram dengan perpindahan 115 mm. Pada tiang tunggal, kapasitas tarik tertinggi terjadi pada tiang sirip dengan rasio jarak sirip 1,5 sebesar 96140 gram dan terendah pada tiang polos sebesar 12560 gram. Peningkatan kapasitas tarik tiang dari tiang polos ke tiang sirip dengan rasio jarak sirip 1,5 adalah 665,446%.  
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta