Abstract :
Baja merupakan salah satu alternatif bahan bangunan yang banyak digunakan dalam dunia
konstruksi. Selama ini baja profil yang sering digunakan dalam konstruksi bangunan seperti
kolom, balok dan gelagar jembatan adalah profil WF (wide flange) yang berasal dari proses
pembentukan panas. Dalam tugas akhir ini penulis mencoba membuat kolom dengan
menggunakan baja profil dari hasil bentukan dingin, yaitu profil C yang biasa digunakan untuk
konstruksi ringan. Kolom baja profil C dalam tugas akhir ini berupa baja profil C gabungan
dengan variasi jarak sambungan las 3h, 4h, dan 5h. Tugas akhir ini dilaksanakan dengan metode
eksperimental dan bertujuan untuk mengetahui beban maksimal yang dapat diterima kolom baja
profil C gabungan dengan variasi jarak las, serta mengetahui jarak titik las yang yang paling baik
agar kolom baja profil C gabungan dapat menahan beban paling maksimum. Selain itu,
penelitian dalam Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana reaksi baja profil C
gabungan terhadap perilaku pembebanan berupa beban aksial sentris yang diberikan. Hasil yang
diperoleh dari penelitian ini adalah kolom baja profil C gabungan dengan variasi jarak las 3h, 4h,
dan 5h mengalami kenaikan kemampuan menahan beban dari kapasitas rencana masing-masing
sebesar 8,2857% ; 24,8842% ; dan 23,6032%. Kolom runtuh bukan karena tekuk lokal
sebagaimana perilaku kolom langsing, namun runtuh karena mencapai leleh. Dengan demikian
kolom baja profil C gabungan dengan variasi jarak sambungan las ini dapat digunakan sebagai
kolom yang menahan beban-beban aksial.