Abstract :
Sebuah gedung hotel setinggi 6 lantai di Singapura runtuh, menewaskan 33
orang dan mengubur hidup-hidup 17 orang lainnya sebelum diselamatkan.
Gedung yang bernama New World Hotel ini atau dikenal pula dengan nama Lian
Yak Building didirikan tahun 1971 dan 15 tahun berikutnya pada tahun 1978
runtuh dan hancur berkeping-keping. Tim investigasi dari komisi penyelidikan
Singapura mencari tahu apa penyebab keruntuhan yang tidak lazim tersebut. Hasil
penyelidikan menunjukkan adanya kejanggalan dalam perhitungan pada awal
mula rancangan gedung tersebut, yakni tidak terhitungnya beban mati (dead load).
Penelitian lebih lebih dalam dilakukan untuk mencari penyebab lain
keruntuhan gedung ini. Dalam tulisan ini, bukti-bukti temuan dan hasil
penyeledikan dari tim investigasi dianalisis kembali dengan seksama. Berbagai
literatur dan artikel yang memiliki keterkaitan dikumpulkan menurut
persamaannya. Dari persamaan yang telah didapatkan kemudian disusun sebuah
rangkaian rentetan kejadian dari awal mula dibangunnya gedung hingga
keruntuhannya. Semua informasi tersebut kemudian dianalisis dengan teknik
forensik (forensic engineering) dan dibahas secara komprehensif. Hasil analisis
adalah ditemukannya satu faktor penting lain yang menjadi penyebab lain dalam
keruntuhan gedung ini.
Kesalahan struktural bukan satu-satunya penyebab jatuhnya puluhan korban
dalam tragedi ini. Faktor penting yang diabaikan hingga terjadinya peristiwa
bersejarah ini adalah manajemen pemeliharaan gedung. Dasar dari sebuah
manajemen pemeliharaan gedung adalah peraturan atau regulasi setempat yang
mengatur bagaimana pemeliharaan gedung tersebut mulai dari perancangan
hingga difungsikan. Pengelola gedung New World Hotel telah banyak
mengabaikan regulasi Peraturan Pengawasan Bangunan Singapura yang
merupakan dasar aspek manajemen pemeliharaan gedung dimana salah satunya
adalah tidak dilibatkannya seorang engineer professional independen. Dengan
manajemen pemelharaan gedung yang baik seharusnya tragedi tersebut dapat
dicegah atau setidaknya tidak menimbulkan korban jiwa yang begitu banyak.