DETAIL DOCUMENT
STUDI KASUS KERUNTUHAN GEDUNG NEW WORLD HOTEL SINGAPURA DENGAN PENINJAUAN DARI MANAJEMEN PEMELIHARAAN GEDUNG
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Halim, Edrick Ridwanto
Subject
Struktur 
Datestamp
2013-05-06 11:33:17 
Abstract :
Sebuah gedung hotel setinggi 6 lantai di Singapura runtuh, menewaskan 33 orang dan mengubur hidup-hidup 17 orang lainnya sebelum diselamatkan. Gedung yang bernama New World Hotel ini atau dikenal pula dengan nama Lian Yak Building didirikan tahun 1971 dan 15 tahun berikutnya pada tahun 1978 runtuh dan hancur berkeping-keping. Tim investigasi dari komisi penyelidikan Singapura mencari tahu apa penyebab keruntuhan yang tidak lazim tersebut. Hasil penyelidikan menunjukkan adanya kejanggalan dalam perhitungan pada awal mula rancangan gedung tersebut, yakni tidak terhitungnya beban mati (dead load). Penelitian lebih lebih dalam dilakukan untuk mencari penyebab lain keruntuhan gedung ini. Dalam tulisan ini, bukti-bukti temuan dan hasil penyeledikan dari tim investigasi dianalisis kembali dengan seksama. Berbagai literatur dan artikel yang memiliki keterkaitan dikumpulkan menurut persamaannya. Dari persamaan yang telah didapatkan kemudian disusun sebuah rangkaian rentetan kejadian dari awal mula dibangunnya gedung hingga keruntuhannya. Semua informasi tersebut kemudian dianalisis dengan teknik forensik (forensic engineering) dan dibahas secara komprehensif. Hasil analisis adalah ditemukannya satu faktor penting lain yang menjadi penyebab lain dalam keruntuhan gedung ini. Kesalahan struktural bukan satu-satunya penyebab jatuhnya puluhan korban dalam tragedi ini. Faktor penting yang diabaikan hingga terjadinya peristiwa bersejarah ini adalah manajemen pemeliharaan gedung. Dasar dari sebuah manajemen pemeliharaan gedung adalah peraturan atau regulasi setempat yang mengatur bagaimana pemeliharaan gedung tersebut mulai dari perancangan hingga difungsikan. Pengelola gedung New World Hotel telah banyak mengabaikan regulasi Peraturan Pengawasan Bangunan Singapura yang merupakan dasar aspek manajemen pemeliharaan gedung dimana salah satunya adalah tidak dilibatkannya seorang engineer professional independen. Dengan manajemen pemelharaan gedung yang baik seharusnya tragedi tersebut dapat dicegah atau setidaknya tidak menimbulkan korban jiwa yang begitu banyak.  
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta