Abstract :
Biji bengkuang dan akar tuba adalah bagian tanaman yang berpotensi
sebagai bioinsektisida tetapi belum banyak dimanfaatkan. Kedua bahan tersebut
mengandung senyawa rotenone dan saponin. Kandungan senyawa-senyawa
tersebut diduga dapat membunuh walang sangit. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui efektivitas ekstrak pada biji bengkuang, akar tuba, dan kombinasi
keduanyasebagai bioinsektisida, mengetahui LC50 dari ekstrak biji bengkuang,
akar tuba, dan kombinasi terhadap hama walang sangit, mengetahui berapakah
konsentrasi yang paling efektif pada ekstrak biji bengkoang, akar tuba, dan
kombinasi terhadap walang sangit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak
lengkap faktorial dengan perlakuan variasi ekstrak biji bengkuang, ekstrak akar
tuba, kombinasi dan variasi konsentrasi 0,25%; 0,5%; 0,75%; 1%. Analisis
dilakukan dengan analisis probit untuk mendapatkan nilai LC50-didapatkan rerata konsentrasi ekstrak biji bengkuang, akar tuba, dan kombinasi
yang paling efektif membunuh walang sangit. Penelitian ini menggunakan analisis
ANAVA untuk melihat ada tidaknya perbedaan antar perlakuan dan dilanjutkan
dengan DMRT jika ada beda nyata. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya
beda nyata pada perlakuan yang diberikan. Nilai LC50-2jam ekstrak biji bengkuang
walang sangit. Konsentrasi yang efektif ekstrak biji bengkuang adalah 1%, akar
tuba adalah 0,5%, dan kombinasi keduanya adalah 0,75% terhadap walang sangit.