Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Pamekasari, Veronica Erni
Subject
Tekno Lingkungan
Datestamp
2016-04-19 08:50:40
Abstract :
Salah satu logam berat yang dapat mencemari lingkungan adalah tembaga,
maka diperlukan suatu cara untuk menurunkan tingkat akumulasi logam berat
yang mencemari lingkungan. Penggunaan bahan biologis dapat menjadi salah satu
alternatif yang digunakan. Bahan biologis yang digunakan adalah asam fitat yang
diekstrak dari bungkil biji jarak pagar (Jatropha curcas). Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui kemampuan asam fitat bungkil biji jarak pagar dalam
penyerapan logam berat tembaga, mengetahui penambahan asam fitat yang paling
efektif dalam menyerap logam berat tembaga, variasi waktu yang memberikan
hasil optimal, hubungan antara lama pengocokan dengan penambahan asam fitat
terhadap penurunan kadar logam berat tembaga serta mengetahui berapa besar
efektifitas penyerapan logam berat tembaga oleh asam fitat bungkil biji jarak
pagar (Jatropha curcas). Bungkil biji jarak pagar diekstraksi menggunakan H2SO4
5% dan disentrifugasi dengan kecepatan 3000 rpm. Pengujian daya serap asam
fitat terhadap logam tembaga diukur menggunakan spektrofotometer multidirect
merek Lovibond. Pengujian dilakukan terhadap dua faktor yaitu banyaknya asam
fitat dengan lama waktu pengocokan. Rancangan percobaan yang digunakan
adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktorial, dengan variasi kadar asam fitat
sebanyak 0 ml, 7 ml, 10,5 ml dan 14 ml dan waktu pengocokan 60 dan 120 menit
dengan 3 kali ulangan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penambahan
asam fitat yang paling efektif dalam menyerap logam berat berupa tembaga (Cu)
adalah 14 ml, variasi waktu 60 menit memberikan hasil optimal dan asam fitat
bungkil biji jarak pagar dapat menurunkan kadar logam tembaga hingga 63,1%
dengan tingkat kepercayaan lebih dari 95%.