Abstract :
Perkembangan ilmu dan teknologi pada setiap aspek kehidupan terjadi
begitu cepat, tak terkecuali di bidang konstruksi. Banyak penerapan dari ilmu
teknologi yang dapat digunakan untuk memudahkan pekerjaan di bidang tersebut.
Salah satunya adalah pekerjaan bangunan gedung. Bangunan gedung di zaman
sekarang mulai dibuat tidak seperti biasanya, ada bagian dari gedung yang sengaja
didesain sedemikian rupa demi terciptanya estetika dalam bangunan. Oleh karena
itu diperlukan inovasi dari elemen struktur bangunan baik dari segi bentuk
maupun komponen penyusunnya. Komponen ini salah satunya adalah kualitas
dari beton yang digunakan. Untuk meningkatkan kualitas beton yang ada,
ditambahkanlah bahan tambah (admixture) mineral additive ataupun chemical
additive. Penambahan bahan tambah ini berguna untuk memperbaiki kinerja dan
perilaku beton segar sehingga kualitas beton meningkat.
Penelitian ini menggunakan bahan tambah Glenium ACE 8590 dan Fly
Ash untuk pengujian kuat lentur balok beton bertulang. Ukuran penampang benda
uji balok adalah 100 mm x 200 mm dengan panjang bersih 1800 mm dan panjang
total 2000 mm. Tulangan longitudinal yang digunakan adalah tulangan polos
berdiameter 10 mm dan tulangan geser yang digunakan adalah tulangan polos
berdiameter 6 mm. Variasi benda uji ada 3 dengan masing-masing variasinya
dibuat 2 balok dan 2 silinder. Variasi pertama yaitu beton dengan substitusi Fly
Ash 10% dari berat semen. Variasi kedua yaitu beton dengan substitusi Fly Ash
10% dan Glenium sebesar 1,2% dari berat semen. Variasi ketiga yaitu beton
dengan substitusi Fly Ash 10% dan Glenium sebesar 1,5% dari berat semen.
Pengujian kuat lentur balok ini menggunakan alat yaitu loading frame beserta
hydraulic jack dan load cell dengan pembacaan beban dan lendutannya
menggunakan software dewetron 201.
Beban maksimum yang diperoleh dari hasil pengujian Balok BNF,
BFG1,2%, BFG1,5% masing-masing sebesar 32,9017 kN, 38,9411 kN, dan
34,9209 kN. Persentase kenaikan beban maksimum pada balok BFG1,2% dan
BFG1,5% dengan BNF berturut-turut sebesar 18,3557% dan 6,1369%.