Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
HERMAWAN, ANTONIUS YUSTINO RYAN
Subject
Manajemen Konstruksi
Datestamp
2016-04-21 09:28:36
Abstract :
Jawa Tengah dan Yogyakarta sebagai Provinsi berkembang mempunyai potensi yang
cukup baik bagi para penyedia jasa konstruksi melakukan banyaknya pembangunan.Akan tetapi,
banyaknya pembangunan jalan tidak diimbangi oleh adanya ketepatan waktu antara pihak penyedia jasa baik itu dari owner, kontraktor,
maupun konsultan.Perlunya manajemen proyek yang
baik dalam pembangunan proyek jalan tentunya dapat menunjang penyelesaian proyek yang sedang dikerjakan dengan baik.Penelitian ini bertujuan untuk:
(1)mengetahui dan menganalisis faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek jalan di
Jawa Tengah dan Yogyakarta, dan (2)
mengkaji perbedaan atau persamaan antara pemilik,
kontraktor dan konsultan pada faktor-faktorpenyebabketerlambatanproyekjalan di
Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.Teknik Pengambilan sampel menggunakan sampling
jenuh.Sampel dalam penelitian ini adalah manajemen proyek yang
terlibat dalam proyek jalan Jawa Tengah-Yogyakarta meliputi owner, kontrakor,
dan konsulta nsebanyak 30
responden.Instrumen dalam penelitian ini berupa angket dan dokumentasi.Teknik analisis data
menggunakan analisis statistik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan analisis korelasi Spearman Rank.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa(1) faktor yang menyebabkan
keterlambatan proyek jalan menurut pandangan pemilik, kontraktor, dan
konsultan adalah faktor tenaga kerja (83,33%), faktor hubungan dengan
pemerintah (80,00%), faktor kontrak (80,00%), faktor peralatan (76,67%), faktor
pelaksanaan dan hubungan kerja (76,67%), faktor desain perencanaan (73,33%),
faktor material (70,00%), faktor keuangan (60,00%), faktor lingkungan (60,00%),
faktor waktu dan kontrol (60,00%), dan faktor diluar kemampuan kontraktor
(50,00%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa faktor tertinggi yang menyebabkan
keterlambatan proyek jalan menurut pandangan pemilik, kontraktor, dan
konsultan adalahfaktortenaga kerja (83,33%), dan faktor yang terrendah adalah
faktor diluar kemampuan kontraktor (50,00%); dan (2) terdapat hubungan antara
owner, kontraktor, dan konsultan dalam menentukan faktor-faktor penyebab
keterlambatan proyek jalan di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Hal ini ditunjukkan
dari nilai rhitung< 0,8 dan nilai signifikansi <0,05.