Abstract :
Kegiatan-kegiatan pembangunan perhotelan dan apartement di Yogyakarta
menjadi penyebab utama berkurangnya air tanah. Penurunan muka air tanah di
Yogyakarta dapat ditanggulangi dengan cara melakukan recharge air tanah.
Langkah awal untuk recharge air tanah adalah dengan studi potensi resapan di
daerah aliran Sungai Tambakbayan Hulu.
Studi potensi resapan untuk area recharge ini dilakukan dengan uji daya
resap tanah (DRT) di lapangan dan analisis intensitas hujan serta indeks infiltrasi
pada daerah penelitian. Uji DRT ini dilakukan sebanyak 13 titik pada 4 sub DAS.
Intensitas hujan dihitung dengan menggunakan curah hujan rencana dan waktu
konsentrasi, sedangkan indeks infiltrasi diperoleh dengan mencari total kehilangan
air (?index) dari hubungan hujan limpasan dikurangi evaporasi dan evapotranspirasi.
Potensi resapan diperoleh dengan cara membandingkan DRT terhadap intensitas
hujan dan indeks infiltrasi terhadap intensitas hujan kemudian dikalikan 100%,
sehingga diperoleh persentase infiltrasi terhadap intensitas hujan (% terhadap
intensitas hujan).
Dari hasil penelitian DAS Tambakbayan Hulu dibagi menjadi 4 zona yaitu
zona A, B, C, dan D. Potensi resapan zona A, B, C, dan D untuk prediksi 2 tahunan
adalah sedang (0,272%), sangat rendah (0,112%), sangat tinggi (0,495%), dan
sangat rendah (0,038%). Sedangkan potensi resapan prediksi 5 tahunan adalah
rendah (0,183%), sangat rendah (0,075%), tinggi (0,333%), dan sangat rendah
(0,026%).