Abstract :
Air lindi digunakan sebagai sumber nitrogen dan mineral bagi pertumbuhan Penicillium
chrysogenum. Produksi penisilin juga membutuhkan sumber karbon, yang dalam penelitian ini
digunakan molase sebagai sumber karbon. Penisilin merupakan metabolit sekunder yang banyak
diproduksi pada fase stasioner. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui
waktu terjadinya fase stasioner dari Penicillium chrysogenum yang ditumbuhkan pada medium
produksi dengan campuran dari air lindi dan molase, sehingga dapat menghasilkan aktivitas
penisilin yang optimal dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia
coli. Penelitian ini menggunakan ranvangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dan dilakukan secara bertahap, yaitu Tahap I dengan variasi kadar molase dan Tahap II dengan
variasi waktu inkubasi. Variasi kadar molase yang digunakan adalah 5, 6, 7, dan 8%, sedangkan
variasi waktu inkubasi yang digunakan adalah 6, 8, 10, 12, dan 14 hari inkubasi. Kadar molase
yang terbaik dalamm penelitian Tahap I akan digunakan sebagai takaran kadar molase dalam
membuat medium produksi untuk penelitian Tahap II. Tahapan penelitian terdiri dari
pengambilan sampel air lindi dan molase, uji kemurnian, perbanyakan kultur murni, pembuatan
starter, pembuatan medium produksi, pembuatan kurva pertumbuhan Penicillium chrysogenum,
kemudian proses produksi penisilin Tahap I dan II. Parameter uji yang digunakan pada Tahap I
dan II adalah pengukuran biomassa sel, gula reduksi, kadar N total, pH, dan pengujian aktivitas
penisilin berdasarkan zona hambat. Data yang didapat dianalisis menggunakan ANAVA dan
dilanjutkan dengan DMRT dengan taraf ? = 5% untuk mengetahui adanya bede nyata
antarperlakuan. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Penicillium chrysogenum yang
ditumbuhkan pada substrat air lindi dan berbagai variasi kadar molase menunjukkan
kecenderungan fase stasioner pada hari ke-10 hingga hari ke-14 selama inkubasi. Aktivitas
penisilin yang tertinggi dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan
Escherichia coli didapatkan pada Penicillium chrysogenum yang ditumbuhkan pada medium
yang mengandung 6% molase dengan 10 hari masa inkubasi.