Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Bagenda, Yoseph Fernando Putra
Subject
Transportasi
Datestamp
2013-05-03 13:15:36
Abstract :
Ruas Jalan Setiabudi merupakan jaringan jalan yang sangat padat dan
ramai dilalui para pengguna jalan baik yang menuju maupun meninggalkan kota
Semarang. Pergerakan kendaraan dari suatu tempat asal menuju suatu tempat
tujuan setiap hari sering kali terganggu akibat adanya aktivitas yang di kedua sisi
jalan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan analisis tingkat pelanyanan terhadap ruas
jalan tersebut agar diketahui permasalahan yang sebenarnya terjadi sekaligus cara
pemecahannya supaya ruas jalan yang ada dapat memberikan kinerja dan tingkat
pelayanan yang lebih baik.
Penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan data-data secara
langsung dan tidak langsung antara lain data arus lalu lintas tiga hari, kondisi
geometric jalan dan hambatan samping. Setelah semua terkumpul, data diolah
berdasarkan manual kapasitas jalan Indonesia dan peraturan menteri perhubungan
nomor km 14 tahun 2006 tentang manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan.
Hasil penelitian di lapangan dari data yang sudah didapat menunjukkan
bahwa arah Volume (Q) untuk arah Semarang - Ungaran lalu lintas cukup tinggi
(1485,3 smp/jam) dibandingkan dengan arah Ungaran - Semarang terjadi (1460,1
smp/jam), tetapi hambatan samping arah Semarang - Ungaran rendah (324
kejadian/jam) sedangkan Ungaran - Semarang hambatan samping lebih tinggi
(334 kejadian/jam), kecepatan arus bebas (FV) 41,82 km/jam, kapasitas (C)
3458,54 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) 0,43.Dari hasil pembahasan dengan
metode MKJI 1997 dan peraturan menteri perhubungan nomor km 14 tahun 2006
tentang manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan bisa diketahui bahwa ukuran
dari tingkat pelayanan jalan pada ruas jalan Setiabudi dengan kecepatan 41,82
km/jam berada pada tingkat pelayanan C, yang diakibatkan pengguna sepeda
motor yang cukup banyak,aktivitas di samping jalan yang sangat mengganggu
kinerja jalan secara maksimal, dan kurangnya rambu-rambu lalu lintas. Adapun
upaya perbaikan yang dapat dilakukan berupa manajemen lalu lintas seperti
penambahan rambu-rambu larangan parkir ,pembuatan jembatan penyeberangan
dan dibuat lahan parkir agar penumpukan kendaraan di samping jalan dapat
ditekan jumlahnya.