Abstract :
Simpang antara Jl. Inspeksi Selokan Mataram dan Jl. Perumnas merupakan
simpang empat tak bersinyal. Volume lalu lintas yang melewati simpang ini cukup
padat dan bervariasi pada tiap lengan sehingga menyebabkan kemacetan dan konflik
lalu lintas pada jam-jam sibuk akibat kendaraan yang saling ingin mendahului. Oleh
karena itu diadakan penelitian dengan tujuan mengetahui kondisi simpang saat ini,
menganalisis kinerja simpang dan memberikan alternatif penanganan arus lalu lintas.
Pengambilan data dilakukan selama tiga hari, yakni Selasa 6 Oktober, Rabu 7
Oktober dan Kamis 8 Oktober. Satu hari dibagi dalam tiga sesi, yakni pagi (07:00-
08:00), siang (12:00-13:00) dan sore (16:00-17:00). Data-data yang diambil berupa
lebar jalan, jumlah arus lalu lintas, jumlah penduduk dan kondisi di sekitar
lingkungan jalan atau simpang. Selama pengamatan, volume lalu lintas tertinggi
terjadi pada Kamis sore sebesar 3828,9 skr/jam. Data ini yang digunakan sebagai
analisis untuk mengetahui kinerja simpang. Data dianalisis menggunakan Pedoman
Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014.
Dari hasil analisis diperoleh bahwa kondisi simpang saat ini tidak mampu
melayani arus lalu lintas yang masuk keluar simpang, dibuktikan dengan nilai derajat
kejenuhan, DJ= 1,37. Nilai derajat kejenuhan yang ditentukan adalah ?0,85. Dengan
kondisi lahan yang tersedia disekitar simpang, dilakukan perubahan geometrik dan
diperoleh derajat kejenuhan, DJ= 1,27, oleh karena itu masih diperlukan upaya
perbaikan. Kemudian dilakukan perbaikan dengan pemasangan APILL dan disertai
dengan perubahan geometrik, diperoleh nilai derajat kejenuhan, DJ= 0,83 untuk setiap
lengan. Nilai derajat kejenuhan ini sudah memenuhi syarat, hanya saja terjadi panjang
antrian (PA) yang cukup tinggi. Kemudian dilakukan upaya perbaikan dengan
penerapan menajemen lalu lintas. Dibuat satu arah pada Jl. Inspeksi Selokan Mataram
dari timur ke barat dan nilai derajat kejenuhannya, DJ= 0,78, memenuhi syarat