Abstract :
Meskipun tidak semua, industri konstruksi besar di Indonesia sudah
lumayan menunjukkan bagusnya penerapan keselamatan kerja dalam
pelaksanaannya. Kenyataannya kondisi itu berbanding terbalik pada industri
konstruksi kecil, yaitu masih sangat kurangnya perhatian keselamatan kerja
terhadap pekerja terutama pada proyek kecil yang ditangani oleh perusahaan
kontraktor kecil juga. Penelitian ini akan membahas tentang apa saja yang menjadi
hambatan dan strategi dalam permasalahan tersebut. Seorang engineer di negara
maju seperti Australia sudah pernah melakukan penelitian serupa, kini penulis ingin
melakukan penelitian ini di Indonesia khususnya di Provinsi D.I Yogyakarta.
Dengan menyebarkan angket / kuesioner secara langsung kepada anggotaanggota
yang tergolong dalam kualifikasi kontraktor kecil (golongan K1, K2 dan
K3), akan didapat informasi bagaimana kondisi di lapangan yang sesungguhnya.
Inti dari isi kuesioner yang disebar berisi tentang 13 pernyataan yang diangap
hambatan beserta 13 pernyataan strategi untuk menghadapi permasalahan yang
terjadi. Dari data yang didapat nanti akan diperoleh apa saja yang menjadi hambatan
dan strategi apa yang paling dipilih oleh responden untuk mengatasi masalah yang
terjadi.
Ada 50 kuesioner yang disebarkan pada 12 perusahaan kontraktor kecil
yang sedang melakukan proyek bangunan tingkat rendah di wilayah Provinsi D.I
Yogyakarta. Setelah 50 kuesioner tersebar, hasil olahan data menggunakan
Microsoft Office Excel menunjukkan bahwa hambatan terbesar dalam kurangnya
perhatian keselamatan kerja yang terjadi di industri konstruksi kecil adalah semakin
meningkatnya harga pembayaran asuransi untuk pekerja. Sedangkan dari semua
pernyataan yang dianggap sebagai strategi tersebut, strategi yang paling dipilih
ialah keselamatan kerja harus ikut diperhitungkan dalam perhitungan tender.