Abstract :
Proyek konstruksi semakin kompleks dan membutuhkan biaya besar,
sehingga membutuhkan perhatian dalam pengelolaan waktu dan sumber daya
yang lebih baik. Perencanaan merupakan bagian terpenting untuk mencapai
keberhasilan proyek konstruksi, selain perencanaan sala satu aspek yang sangat
penting dalam suatu manajemen proyek konstruksi adalah pengendalian.
Pengendalian merupakan salah satu fungsi dan proses kegiatan dalam manajemen
proyek yang sangat mempengaruhi pada hasil akhir proyek. Salah satu program
yang dilaksanakan pemerintah Timor ? leste adalah pembangunan berbagai
fasilitas gedung, jalan dan jembatan sebagai penunjang pelaksanaan roda
pemerintahan. Dengan memperhatikan hal tersebut diharapkan perencanaan dan
pengendalian proyek khususnya biaya dapat direncanakan dan dikendalikan
secara baik. Perencanaan dan pengendalian dikatakan baik bila seluruh proses
kegiatan yang ada didalamnya dapat diterapkan sesuai dengan sasaran dan tujuan
yang telah ditetapkan diawal dengan tingkat penyimpangan menimal serta hasil
akhirnya maksimal.
Pada penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan cara pengumpulan
data primer, yaitu cara mengumpulkan data yang langsung berdasarkan
keterangan dari responden. Dengan cara kuesioner diberikan kepada responden.
Kuesioner diberikan kepada perusahaan kontraktor dengan klasifikasi perusahaan
kecil, menengah dan besar di Timor ? Leste. Data yang didapatkan lalu
diolahmenggunakan metode mean ( rata ? rata ) dan standar deviasi untuk
mendapatkan rangking tertinggi dari setiap jawaban responden.
Berdasarkan hasil analisis didapatkan rangking tertinggi dari seluruh
komponen untuk perencanaan biaya proyek yaitu biaya tenaga kerja dengan nilai
mean (rata- rata) 3,0958 dan nilai standar deviasi 0,6930. Pengendalian biaya
proyek yaitu faktor pengawas lapangan dengan nilai mean (rata-rata) 3,4500 dan
nilai standar deviasi 0,6345.