DETAIL DOCUMENT
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KONFLIK PADA PROYEK KONSTRUKSI
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
WULANDARI, ISTIVA
Subject
Manajemen Konstruksi 
Datestamp
2016-04-27 08:02:54 
Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji faktor-faktor yang menjadi penyebab konflik pada proyek konstruksi dan untuk mengkaji cara yang tepat untuk mengurangi atau menyelesaikan konflik pada proyek konstruksi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain pendekatan survei. Dalam penelitian ini sampel yang diambil adalah sebagian pekerja pada proyek konstruksi di Kota Yogyakarta Tahun 2015. Jumlah sampel dalam penelitian ini didapatkan sebanyak 33 pekerja pada proyek konstruksi di Kota Yogyakarta. Teknik penentuan jumlah sampel dengan menggunakan metode prosedur pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non probability sampling (anggota populasi tidak memiliki peluang sebagai sampel). Dalam hal ini metode yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menjadi penyebab konflik pada proyek konstruksi adalah kondisi kontrak pada proyek konstruksi di Kota Yogyakarta, meskipun faktor-faktor penyebab konflik ini cukup sering terjadi atau tidak selalu terjadi (Mean 2,74). Sedangkan untuk faktor gambar desain yang tidak lengkap pada proyek konstruksi dikota yogyakarta ini cukup sering terjadi, meskipun tidak selalu terjadi (Mean 3,40). Kemudian faktor proses konstruksi kontraktor pada proyek konstruksi di Kota Yogyakarta juga cukup sering terjadi , meskipun tidak selalu terjadi (Mean 2,82) dan faktor-faktor penyebab konflik yang terakhir adalah waktu kontraktor pada proyek konstruksi di kota yogyakarta yang cukup sering terjadi, meskipun tidak selalu terjadi (Mean 3,22). Cara yang tepat untuk mengurangi atau menyelesaikan konflik pada proyek konstruksi adalah dengan melakukan komunikasi, perbaiki komunikasi dengan menggunakan rapat rutin (rapat koordinasi), adanya koordinasi setiap pelaksanaan pekerjaan, rapat mingguan (antara kontraktor dan perencana), meminimalisasi penyelesaian masalah, schedule persiapan/planning untuk minggu depan (selanjutnya), evaluasi bulanan, aktif, disiplin, tanggung jawab, profesional, perencanaan yang lebih baik, manajemen konstruksi yang lebih efektif, proses pengadaan material yang lebih, adanya penjelasan dan pengarahan secara detail terhadap metode-metode pekerjaan, dana/biaya pelaksanaan yang tersedia, dan sering mengadakan rapat membahas dan menyetujui suatu metode konstruksi secara bersama. 
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta