Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
RENYAAN, CHRISTIAN NUGROHO
Subject
Transportasi
Datestamp
2016-04-28 09:54:50
Abstract :
Lokasi Sahid Yogya Lifestyle City didominasi untuk kawasan pendidikan
berdasarkan tata ruang dan tata guna lahan di sekitar lokasi Sahid Yogya Lifestyle
City didominasi untuk kawasan pendidikan, yang mana berdasarkan Peraturan
Daerah Provinsi DIY No 2 tahun 2010, Paragraf 7, pasal 72 Tentang Rencana Tata
Ruang wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2009-2029 di
peruntukan untuk kawasan pendidikan tinggi akan tetapi pada Peraturan Daerah
Kabupaten Sleman No 12 tahun 2012, paragraf 7,pasal 40 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Kabupaten Sleman Tahun 2011-2031 di peruntukan untuk wisata
pendidikan,ilmu pengentahuan dan belanja. Dengan demikian, pembangunan Sahid
Yogya Lifestyle City tersebut akan menimbulkan permasalahan diantaranya
terjadinya peningkatan volume lalu lintas pada Ruas Jalan Babarsari yang berada
di sekitar Sahid Yogya Lifestyle City.
Penelitian ini dilakukan pengambilan data lapangan, berupa volume lalu
lintas,hambatan samping dan waktu tempuh yang dilaksanakan selama 2 hari, yaitu
pada hari kamis dan Sabtu tanggal 15, 17 Oktober 205 pada jam-jam sibuk, yaitu :
pagi pukul 06.00-08.00 WIB, siang pukul 12.00-14.00 WIB dan sore 16.00-18.00
WIB. Hasil masing masing penelitian dipilih jam puncak tertinggi yang akan
digunakan untuk analisis menggunakan PKJI 2014 dan MKJI 1997 untuk
mengetahui kinerja jalan.
Hasil analisis dapat diperkirakan jumlah kebutuhan parkir pengunjung
Sahid Yogya Lifestyle City sebesar 636 SRP/mobil dan 956 SRP/Sepeda motor,
sedangkan bangkitan/tarikan perjalanan Sahid Yogya Lifestyle City terhadap Ruas
Jalan Babarsari sebesar 458,0015 dengan volume lalu lintas eksisting 1157,35 maka
distribusi pembebanan lalu lintas yang sebesar 1628,82 SMP/jam,dengan derajat
kejenuhan 0,6008. dan pada tahun 2020 derajat kejenuhan sudah mencapai titik
kritis yaitu sebesar 0,7541 dengan volume lalu lintas sebesar 2044,4185 SMP/jam,
sehingga perlu penanganan dan bila kondisi tersebut tetap di biarkan maka
diprediksikan untuk 10 tahun kedepan menunjukan derajat kejenuhan Jalan
Babarsari adalah sebesar 0,9466 dengan kontribusi lalu lintas akibat adanya Sahid
Yogya Lifestyle City sebesar 2566,0551 SMP/jam. Dalam penanganan kapasitas
Jalan Babarsari maka dapat disimpulkan alternatif yang lebih baik adalah alternatif
2, dengan adanya pelebaran jalan maka hanya akan menambah kapasitas jalan,
sedangkan volume kendaraan keluar masuk tetap, sehingga kinerja ruas jalan akan
membaik untuk sementara waktu.