Abstract :
Simpang APILL Ngabean merupakan kawasan terdampak setelah
beroperasinya Taman Parkir Ngabean. Dampak yang ditimbulkan adalah
kemacetan dan tumpukan kendaraan pada simpang tersebut sehingga perlu
dilakukan analisis untuk mengetahui kinerja dan tingkat pelayanan jalan pada
simpang APILL Ngabean.
Pengambilan data analisis dilakukan dengan cara survei di lapangan dan
menghitung langsung kendaraan, pada dua kondisi yaitu saat kondisi liburan
maupun kondisi biasa. Analisis kinerja simpang menggunakan metode PKJI 2014
dengan parameter kinerja yang dianalisis meliputi derajat kejenuhan, tundaan,
panjang antrian.
Hasil analisis kinerja simpang dalam dua kondisi berdasarkan nilai derajat
kejenuhan pada kategori E, namun berdasarkan nilai tundaan rata-rata (det/skr)
termasuk dalam kategori B sehingga pelayanan simpang APILL Ngabean saat ini
tidak optimal. Untuk meningkatkan kinerja simpang dibuat lima alternatif yaitu
optimalisasi fase APILL, normalisasi simpang, pembebasan lajur belok kiri jalan
terus, optimalisasi beserta pembebasan lajur belok kiri jalan terus dan optimalisasi
beserta normalisasi dengan pembebasan lajur belok kiri jalan terus. Dari kelima
alternatif tersebut dipilih optimalisasi disertai pembebasan lajur belok kiri jalan
terus yang dapat menurunkan dan mempertahankan nilai derajat kejenuhan sesuai
syarat kelayakan PJKI 2014 sehingga kinerja simpang menigkat