Abstract :
Permasalahan yang timbul pada konstruksi di atas tanah berbutir halus
adalah defleksi. Mekanisme hilangnya keseimbangan dapat terjadi pada tanah
dengan daya dukung rendah, diakibatkan dari beban berat tanah itu sendiri.
Permasalahan lain biasanya berupa uplift yang banyak terjadi pada lapisan
lempung (clay) dan lanau (silt) akibat perbedaan tekanan air dan juga sering
terjadinya penurunan permukaan (settlement). Hal ini pada umumnya disebabkan
oleh beratnya beban yang harus ditanggung oleh tanah berbutir halus. Oleh karena
itu, diperlukan inovasi dan berbagai metode baru untuk perkuatan tanah dengan
daya dukung yang kurang baik.
Penelitian ini membuat suatu model pondasi ukuran 15 x 15 cm dengan 6
variasi perkuatan yang akan dibebani yaitu pembebanan tanah asli tanpa
perkuatan, perkuatan dengan urugan pasir dan ban bekas kedalaman 10 cm,
perkuatan dengan urugan pasir dan ban bekas kedalaman 20 cm, perkuatan
cerucuk kayu saja, perkuatan cerucuk kayu, pasir dan ban bekas kedalaman 10
cm, perkuatan cerucuk kayu, pasir dan ban bekas kedalaman 20 cm.
Dari hasil pengujian diperoleh data yang menunjukan bahwa perkuatan
menggunakan cerucuk kayu, urugan pasir dan ban bekas dapat mengurangi
penurunan dan menambah daya dukung vertikal, variasi pembebanan yang paling
baik adalah pembebanan tanah berbutir halus yang dipasang perkuatan cerucuk
kayu, urugan pasir dan ban bekas pada kedalaman 20 cm dengan beban
maksimum yang dapat ditahan dari 96,971 kg menjadi 196,971 kg pada
penurunan 15 mm dan tegangan vertikal dari 15,5154 kN/m2 menjadi 31,5154
kN/m2.