Abstract :
Indonesia merupakan Negara berkembang memiliki prospek untuk menarik
investor dalam investasi properti. Jakarta sebagai ibukota Negara menjadi tempat
bagi investor properti. Seperti yang kita bisa lihat belakangan ini lahan-lahan yang
strategis sudah disulap menjadi hunian. Selain Jakarta perkembangan juga sudah
merambah daerah penyangga salah satunya Bumi Serpong Damai (BSD City).
Dengan semakin meningkatnya pembangunan diwilayah ini sehingga
pembangunan secara horizontal tidak bisa dilakukan lagi. Oleh sebab itu maka
pembangunan secara vertikal bisa jadi menjadi solusi yang dapat menangani
masalah ini. Namun untuk melakukan pembangunan secara vertikal tidaklah mudah
diperlukan pengetahuan dan pengalaman yang baik untuk melakukan pembangunan
secara vertikal.
Gedung apartemen terdiri dari 26 lantai dan 3 basement. Tinjauan
perancangan ini meliputi tangga, pelat, balok, kolom, hubungan balok kolom
(HBK) atau joint, dinding geser (shearwall), pile cap dan bored pile dengan struktur
beton bertulang. Sistem struktur yang digunakan adalah sistem ganda yang terdiri
dari SRPMK dan DSBK. Bangunan berada pada KDS D. Pembebanan
menggunakan beban mati, beban hidup dan beban gempa. Perencanaan
kegempaann mengacu pada SNI 1726-2012 sedangkan perencanaan elemen
struktur mengacu pada SNI 2847-2013. Mutu beton yang digunakan f?c 45 MPa
untuk dinding geser dan f?c 35 MPa untuk komponen struktur lainnya sedangkan
mutu baja yang digunakan adalah fy 240 MPa untuk tulangan polos dan fy 420 MPa
untuk tulangan deform. Analisis struktur dengan bantuan program ETABS versi 9.2.