Abstract :
Perkembangan ilmu dan teknologi membuat perkembangan sumber daya
material pada bangunan juga berkembang dari penggunaan material dengan cara
instant atau fabrikasi atau penggunaan material dengan cara lama atau
konvensional. Menurut Imam Soeharto, 1995 pada proyek konstruksi material dan
peralatan merupakan bagian terbesar dari proyek yang nilainya bisa mencapai
50%-60% dari total biaya proyek, tetapi dalam penangannya tidak mendapat
perhatian yang semestinya. Dalam prakteknya penggunaan material fabrikasi
belum tentu lebih efisien dibandingkan dengan konvensional, begitupun
sebaliknya ada faktor-faktor yang tidak terduga yang membuat perencanaan di
awal proyek tidak terlaksana meliputi biaya, mutu,dan waktu.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui material fabrikasi apa yang
sering digunakan kontraktor, mengetahui faktor-faktor yang menjadi
pertimbangan kontraktor dalam memilih menggunakan material fabrikasi atau
konvensional, dan mencari perbedaan yang menjadi pertimbangan kontraktor
dalam memilih material fabrikasi atau konvensional. Instrumen penelitian ini
menggunakan kuisioner yang diberikan kepada kontraktor bangunan gedung yang
berada di Yogyakarta.
Proses pengolahan data dilakukan seluruhnya menggunakan SPPS 23.
Analisisnya diawali dengan metode mean, standar deviasi, menentukan peringkat,
dan diakhiri dengan independent sample t-test (Uji t). Setelah hasil Uji t didapat,
diketahui bahwa responden cenderung menggunakan material fabrikasi dari pada
menggunakan material konvensional, kecenderungan dibuktikan dengan
membandingkan nilai mean padasetiap pertimbangan material fabrikasi dan
konvensional.