Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
CHRISTIANA, SHERLY APRILIA
Subject
Manajemen Konstruksi
Datestamp
2013-05-03 13:16:32
Abstract :
Proyek konstruksi tentu berhubungan erat dengan pekerja dan peralatan
yang beresiko tinggi. Bukan hanya dari peralatan, bahaya pun datang dari
tindakan tidak aman (unsafe act) yang dilakukan para pekerja konstruksi itu
sendiri. Tindakan tidak aman (unsafe act) dapat muncul dari beberapa faktor yang
mungkin kurang disadari. Faktor-faktor penyebab tindakan tidak aman sangat
banyak dan beragam.
Penelitian dengan menggunakan analisis mean dan metode Korelasi
Bivariate Spearman Rank dilakukan pada 4 (empat) perusahaan jasa konstruksi di
Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya
tindakan tidak aman (unsafe act) di kalangan para pekerja konstruksi serta
meneliti perbedaan faktor penyebab terjadinya tindakan tidak aman (unsafe act)
yang ada di dantara pembangunan proyek gedung tidak bertingkat dan gedung
bertingkat tinggi.
Hasil analisis mean menunjukan bahwa faktor penyebab terjadinya tindakan
tidak aman (unsafe act) paling besar terletak pada peletakan alat kerja dan
peralatan lain pada tempatnya. Sedangkan untuk perbedaan faktor penyebab
terjadinya tindakan tidak aman (unsafe act) antara gedung tidak bertingkat dan
gedung bertingkat tinggi dari hasil korelasi ranking ditolak, yang berarti ada
persamaan faktor penyebab terjadinya tindakan tidak aman antara gedung tidak
bertingkat dan gedung bertingkat tinggi.