Abstract :
Pelat lantai merupakan salah satu elemen struktur yang berfungsi untuk
menahan dan meneruskan beban dari struktur di atasnya seperti beban hidup,
beban mati, dan dinding. Komponen penyusun pelat lantai terdiri dari beton,
tulangan tarik, tulangan desak, dan tulangan susut. Tulangan tarik dan tulangan
desak digunakan untuk menahan momen lentur sedangan tulangan susut
digunakan untuk meminimalisir retak beton akibat volume susut beton. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi eksperimental yaitu dengan
melakukan percobaan langsung di laboratorium. Penelitian bertujuan untuk
menemukan kuat lentur pelat pracetak yang telah dianalisis sehingga mampu
menahan beban yang akan ditentukan.
Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini dibedakan menjadi 2
kelompok. Kelompok pertama adalah benda uji beton silinder dengan ukuran
diameter 150 mm dan tinggi 300 mm berjumlah 3 buah, dengan rincian setiap 1
benda uji silinder beton diambil pada pengadukan untuk membuat 1 benda uji
pelat beton pracetak. Benda uji silinder beton digunakan untuk pengujian kuat
desak. Sedangkan kelompok kedua adalah benda uji pelat beton pracetak yang
berjumlah 3 buah, dimana 3 benda uji tersebut menggunakan bentuk penampang
dengan rongga trapesium yang telah dianalisis dan menggunakan tulangan 1 arah
berdiameter 6 mm dan 8 mm. Pengujian semua benda uji setelah mencapai umur
28 hari.
Hasil pengujian diperoleh rata-rata beban maksimum sebesar 1871,0822
kg. Beban maksimum pada kondisi layan masing-masing benda uji sebesar
1371,70 kg untuk PL 1 (Silica fume 3%), 2088,67 kg Untuk PL 2 (Silica fume
6%), dan 2152,86 kg untuk PL 3 (Silica fume 9%). Nilai tegangan lentur pelat
hasil pengujian secara berurutan mulai dari PL 1, PL 2, dan PL 3 adalah 1,139
MPa, 1,736 MPa, dan 1,7891 MPa.