Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
MUNTHE, MERDEKA TRIPUTRA NUGRAHA
Subject
Struktur
Datestamp
2013-05-03 13:39:50
Abstract :
Tanah merupakan hal yang paling penting dalam pembangunan di bidang
Teknik Sipil. Disamping kekuatan pondasi yang baik haruslah juga disertai
dengan kualitas tanah yang baik pula. Pembangunan di tanah berbutir halus
merupakan hal yang patut diwaspadai karena tanah berbutir halus mempunyai
kualitas yang buruk, untuk itu perlu adanya perbaikan tanah guna memperbaiki
kuat geser tanah tersebut. Dalam penelitian ini dipilih serbuk kayu untuk
memperbaiki kuat geser tanah dikarenakan serbuk kayu mempunyai kandungan
serat yang dapat meningkatkan kuat geser tanah lempung tersebut.
Dalam penelitian ini tanah berbutir halus diambil dari daerah Kasongan,
Bantul, Yogyakarta. Serbuk kayu diambil dari tempat penggergajian kayu di jalan
Solo, Sleman, Yogyakarta berjenis kayu glugu. Penelitian berawal dari penentuan
klasifikasi tanah asli antara lain; kadar air, berat jenis, analisis saringan, berat
jenis, hidrometer, batas cair, dan batas plastis. Penelitian selanjtunya yaitu
pengujian pemadatan standar untuk mendapatkan nilai OMC dan MDD. Nilai
OMC dipakai untuk mencampur tanah dan serbuk kayu dengan kadar antara lain;
20%, 25%, 30%, 35%. Pengujian akhir yaitu pengujian Kuat Tekan Bebas dan
Triaxial untuk tanah tanpa serbuk kayu dan tanah dengan serbuk kayu, setelah itu
diadakan pembandingan kekuatan sebelum diberi bahan tambah serbuk kayu dan
juga setelah diberi bahan tambah serbuk kayu.
Setelah diadakan pengujian sebelum maupun sesudah diberi bahan tambah
ternyata tanah lempung tersebut mengalami kenaikan kekuatan. Dari hasil analisis
setelah dilakukan pengujian didapat peningkatan terbesar pada pengujian Kuat
Tekan Bebas dan Triaxial yaitu pada kadar 25%. Peningkatan nilai qu dan cu Kuat
Tekan Bebas adalah sebesar 25,118% dan 26,092 %, dan peningkatan nilai C pada
Triaxial yaitu sebesar 54,0065%.