Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang (1) Bagaimanakah strategi bertahan unit industri kecil cinderamata di Bali dalam menjalankan kegiatan usahanya pasca bom di Legian, Kuta yang terjadi pada tanggal 12 Oktober 2002, (2) Bagaimanakah kemampuan bertahan unit industri kecil cinderamata di Bali dalam menjalankan kegiatan usahanya pasca bom di Legian, Kuta tanggal 12 Oktober 2002. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) Strategi bertahan yang dilakukan industri kecil cinderamata Tegallalang pasca bom di Legian, Kuta berbeda antara industri kecil satu dengan yang lainnya (2) begitu juga dengan kemampuan bertahan yang dimiliki oleh masing-masing industri kecil cinderamata di Tegallalang berbeda-beda. Guna meningkatkan kemampuan strategi dan kemampuan bertahan industri cinderamata tersebut pasca bom 12 Oktober 2002 di Legian, Kuta, maka beebrapa hal yang perlu dilakukan (1) perlu diadakannya pembinaan dan berbagai pelatihan dalam bidang ekonomi, maupun manajemen, (2) berusaha untuk mengembangkan distribusi pemasaran, sehingga tidak terpaku pada yang sudah tetap.