Abstract :
Pada SNI telah diketahui koefisien pekerja atau indeks satuan pekerja per
satuan pekerjaan yang dilakukan, dimana dari indeks satuan pekerja tersebut dapat
diketahui komposisi pekerja yang dibutuhkan untuk mencapai suatu target
pekerjaan.Kontraktor di dalam mengerjakan suatu pekerjaan kontsruksi untuk
menghitung suatu analisa harga satuan pekerjaan tidak hanya menggunakan
Analisa SNI, tetapi menggunakan perhitungan sendiri. Di dalam perhitungan
sendiri tidak mempunyai patokan koefisien, akan tetapi berdasarkan pengalaman,
metode pelaksaan, dan juga kondisi lapangan. Keuntungan finansial yang
diperoleh kontraktor tergantung pada kecakapannya membuat perkiraan biaya.
Penelitian dilakukan dengan mecari studi literatur kemudian melakukan
pengamatan untuk mendapatkan data pekerjaan pembesian, bekisting dan
pengecoran struktur kolom beton. Pengamatan dilakukan untuk mendapat data
waktukerja serta koefisien bahan dan koefisien pekerja yang nantinya
dibandingkan dengan Standar Nasional Indonesia. Pengolahan data menggunakan
Microsoft exel.
Dari hasil perbandingan analisis koefisien tenaga kerja di lapangan dengan
Koefisien tenaga kerja pada SNI, ternyata nilai koefisien tenaga kerja di lapangan
cenderung lebih kecil dari nilai koefisien tenaga kerja pada SNI. Jika nilai
koefisien tenaga kerja untuk pekerjaan pembesian, bekisting, dan pengecoran pada
bangunan Hotel CordelaYogyakarta dan Apartement Uttara Yogyakarta tersebut
digunakan maka produktifitas pekerja dibawah standar yang telah ditetapkan
sehingga membutuhkan biaya yang lebih murah. Sedangkan untuk nilai koefisien
material di lapangan cenderung lebih besar dari nilai koefisien bahan pada SNI,
hal ini dapat terjadi karena berbagai faktor. Jika nilai koefisien material di
lapangan pada bangunan tersebut di gunakan, maka akan terjadi pemborosan
jumlah bahan material yang digunakan.