Abstract :
Ada banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya kerusakan dini pada jalanan di
Indonesia. Dari aspek teknis antara lain mutu aspal yang dipakai kurang sesuai dengan rencana jalan
dalam melayani lalu lintas dan jumlah lalu lintas yang cukup tinggi disertai dengan beban kendaraan
yang melebihi kapasitas dukung jalan. Dari aspek non teknis seperti suhu udara, kondisi Indonesia
yang beriklim tropis suhu udara relatif tinggi. Oleh karena itu perlu adanya usaha untuk
meningkatkan mutu aspal. Untuk meningkatkan mutu aspal, saat ini sudah ada berbagai macam
bahan tambah. Di sisi lain banyak material material sisa/limbah yang dapat didaur ulang dan banyak
terdapat di alam yang mempunyai kemungkinan kemungkinan dapat digunakan dalam campuran
beton aspal campuran panas yang diyakini dapat meningkatkan kinerjanya seperti stabilitas dan
durabilitasnya. Pada penelitian ini akan digunakan hasil daur ulang ban yaitu Crumb Rubber sebagai
bahan tambah dan semen Portland sebagai filler. Penelitian ini mengacu pada spesifikasi umum
2010 (revisi 3) Bina Marga, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh
Crumb Rubber pada campuran beton aspal lapis aus (AC-WC).
Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat 1 pembanding dan 6 variasi Crumb Rubber.
Variasi Crumb Rubber yang digunakan adalah nomor mesh 10 dan nomor mesh 40 masing-masing
sebanyak 2%, 4%, dan 8% dari berat aspal. Masing-masing variasi digunakan aspal dengan kadar
5,5%, 6%, 6,5%, dan 7% dan dibuat benda uji ganda (duplo) sehingga jumlah benda uji adalah 56
briket aspal. Pencampuran bahan tambah dilakukan secara dry proses pada agregat saat suhu
mencapai 165o.
Dari pengujian Marshall yang dilakukan, menunjukkan bahwa tidak semua campuran
beton aspal dengan variasi penambahan Crumb Rubber memenuhi persyaratan spesifikasi umum
2010 (revisi 3) Bina Marga. Namun secara garis besar penambahan variasi Crumb Rubber
meningkatkan nilai density, VFWA, Stabilitas, flow dan QM, sedangkan nilai VITM cenderung
menurun dibandingkan beton aspal normal. Dari hasil pengujian marshall beton aspal yang
memenuhi persyatan spesifikasi umum 2010 (revisi 3) Bina Marga adalah variasi Crumb Rubber
nomor mesh 10 sebanyak 2% dengan kadar aspal optimum 6% ? 7%, variasi Crumb Rubber nomor
mesh 40 sebanyak 2% dengan kadar aspal optimum 5,5% - 7%, variasi Crumb Rubber nomor mesh
40 sebanyak 4% dengan kadar aspal optimum 6% - 7%, variasi Crumb Rubber nomor mesh 40
sebanyak 8% dengan kadar aspal optimum 7%.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan, penambahan Crumb Rubber
dalam campuran dilihat dari karakteristik marshall memberikan pengaruh yang signifikan terhadap
campuran laston AC-WC. Penelitian ini masih dapat dilanjutkan dengan pengantian variasi nomor
mesh, kadar Crumb Rubber, metoda pencampuran, maupun tipe perkerasan yang akan digunakan.