Abstract :
Perumahan terus bertambah dari masa ke masa. Semakin banyak
pembangunan perumahan berbanding lurus dengan semakin banyaknya
penggunaan batu kali. Untuk mengatasi jumlah batu kali yang semakin menipis,
diperlukan suatu bahan pengganti batu kali. Batu kali dapat digantikan dengan
batu kapur yang jumlahnya melimpah di beberapa daerah di Indonesia, contohnya
saja di daerah Wonosari. Batu kapur merupakan salah satu batuan yang sangat
potensial untuk menggantikan batu kali, namun tentunya dengan pemanfaatan
yang bijaksana dan bukan dieksploitasi. Hal ini mendasari studi mengenai
penggunaan batu kapur sebagai agegat kasar beton. Maka diperlukan studi lebih
lanjut mengenai perbaikan mutu beton dengan agregat kasar batu kapur
menggunakan bahan tambah kimia agar mutu beton yang dihasilkan bisa
mendekati beton normal.
Perhitungan benda uji beton menggunakan SNI T-15-1990-03, dengan fas
0,5, slump 7,5-15 cm. Variasi batu kapur adalah 0%, 25%, 50%, 75%, 100% dari
volume agregat kasar. Pengujian yang dilaksanakan adalah uji kuat tekan,
modulus elastisitas, dan kekedapan beton dengan masing-masing uji
menggunakan 3 sampel beton. Pengujian kuat tekan menggunakan silinder dengan
ukuran tinggi 300 mm, diameter 150 mm, yang diuji pada umur 7, 14, 28 hari.
Untuk pengujian modulus elastisitas menggunakan silinder dengan ukuran tinggi
300 mm, diameter 150 mm, yang diuji pada umur 28 hari. Sedangkan pengujian
kekedapan beton menggunakan silinder dengan ukuran tinggi 150 mm, diameter
75 mm, yang diuji pada umur 28 hari.
Beton dengan batu kapur nilai slumpnya lebih kecil daripada beton normal.
Hal ini berarti workability beton dengan batu kapur semakin menurun. Batu kapur
mempunyai berat jenis yang lebih rendah daripada batu kali, sehingga semakin
banyak presentase batu kapur semakin rendah beton yang dihasilkan. Nilai kuat
tekan dan modulus elastisitas tertinggi pada presentase 25% batu kapur, masingmasing
sebesar 25,07 MPa dan 24472,9472 MPa. Sedangkan pada pengujian
kedap air, daya serap yang dihasilkan batu kapur sangat tinggi sehingga beton
dengan agregat batu kali tidak cocok untuk beton tahan air.