Abstract :
Latar belakang : Diabetes melitus menjadi masalah kesehatan masyarakat utama
karena komplikasinya bersifat jangka pendek dan jangka panjang. Motivasi
keluarga tinggi, maka keluarga akan mencari informasi tentang kondisi pasien
serta tindakan yang perlu dilakukan untuk merawat pasien, serta meningkatkan
kesehatan. Pemberian informasi yang adekuat melalui program discharge
planning (perencanaan pulang) dapat meminimalkan kejadian yang tidak di
inginkan.
Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan peran edukator
dalam pelaksanaan discharge planning dengan motivasi keluarga dalam merawat
pasien DM.
Metode : Penelitian kuantitatif dengan rancangan pendekatan cross sectional.
Populasi dalam penelitian ini adalah anggota keluarga pasien DM dan melakukan
perawatan di bangsal rawat inap RSUD Panembahan Senopati Bantul yang
berjumlah 50 orang per bulan. Jumlah sampel 38 orang dengan menggunakan
teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Instrument yang digunakan
dalam penelitian adalah Kuesioner.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden
menyatakan peran edukator baik (57,9%) dan responden yang mengatakan peran
eduator kurang baik (42,1%). Sedangkan untuk motivasi mayoritas responden
memiliki motivasi sedang (63,2%) dan hanya (13,2%) yang memiliki motivasi
tinggi. Responden yang menyatakan peran edukator baik dalam kategori motivasi
sedang (77,3%) . Data analisis uji chi square diperoleh nilai p value 0,005 (p<0,05)
yang artinya ada hubungan peran edukator dalam pelaksanaan discharge planning
dengan motivasi keluarga dalam merawat pasien DM.
Kesimpulan : Terdapat hubungan peran edukator dalam pelaksanaan discharge
planning dengan motivasi keluarga dalam merawat pasien DM. Semakin baik
peran edukator maka motivasi keluarga juga semakin baik dalam merawat pasien.
Kata kunci : peran edukator, discharge planning, motivasi keluarga.