Abstract :
Latar Belakang : World Health Organization (WHO) memperkirakan sekitar
234 juta operasi dilakukan setiap tahun di seluruh dunia. pencegahan terhadap
Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) di kamar bedah merupakan bagian penting
dalam peningkatan mutu dalam tindakan pembedahan. Berdasarkan peraturan
PERMENKES Nomor 1691 Tahun 2011 tentang keselamatan pasien, Komite
Akreditasi Rumah Sakit (KARS) menuntut pelaksanaan SSC di kamar operasi
harus 100%. SSC WHO diterapkan di bagian bedah untuk meningkatkan
kualitas dan menurunkan kematian dan komplikasi akibat pembedahan
Tujuan Penelitian : Mengenalisis implementasi SSC pada proses sign in, time
out, dan sign out di IBS RSUD Panembahan Senopati.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif
dengan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini telah
dilaksanakan pada bulan Januari 2018 Populasi studi penelitian ini adalah pasien
yang menjalani bedah umum IBS RSUD Panembahan Senopati.Sampel penelitian
yang diambil adalah 86 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis
deskriptif persentase.
Hasil Penelitian : Implementasi SSC pada proses sign in telah terlaksana optimal
sesuai SOP, kecuali pelaksanaan pada jenis observasi alergi, pemeriksaan
kesulitan bernafas (16,28%), dan pemeriksaan risiko kehilangan darah >500 ml
sebanyak (6,98%).Implementasi SSC pada proses time out telah terlaksana dengan
baik (100%), kecuali jenis observasi pengecekan alat-alat khusus (98,8%), dan
pelaksanaan foto rontgen/CT scan dan MRI (14%).Implementasi SSC pada proses
sign out semua telah dilaksanakan 100%, kecuali pada indikator konfirmasi label
pada spesimen (81,4%).
Kesimpulan : Diperlukan evaluasi penerapan SSC secara berkala dan
berkelanjutan untuk memastikan terselenggaranya keselamatan pasien secara
maksimal.
Kata Kunci : implementasi, surgical safety checklist, sign in, time out, sign out