Abstract :
Latar belakang : Banyaknya jumlah penderita pasien hipertensi di rumah sakit,
maka perlu dilakukan penanganan khusus secara berkala agar tidak menimbulkan
masalah yang sangat serius. Perawat mempunyai peran sangat penting dalam
memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Perencanaan pulang atau
discharge planning merupakan bagian penting dari asuhan keperawatan.
Discharge planning tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan dan motivasi
keluarga. Motivasi keluarga sangat dibutuhkan dalam melakukan perawatan
pasien setelah perawatan di rumah sakit agar kesehatan pasien tetap terjaga.
Tujuan : Mengetahui hubungan pelaksanaan discharge planning dengan motivasi
keluarga dalam merawat pasien hipertensi di RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross
sectional. Populasinya adalah keluarga pasien yang diagnosa penyertanya adalah
hipertensi yang menjalani perawatan di bangsal Bakung, Cempaka dan
Flamboyan RSUD Panembahan Senopati Bantul. Teknik pengambilan sampel
dengan accidental sampling. Pengolahan data menggunakan chi-square.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan pelaksanaan discharge planning dalam
kategori baik sebanyak 13 responden (13,7%). Hasil uji statistik menggunakan
chi-square didapatkan hasi P value 0,599 (p>0,05) yang artinya tidak ada
hubungan antara discharge planning dengan motivsi keluarga dalam merawat
pasien hipertensi di RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Kesimpulan : Pelaksanaan discharge planning di RSUD Panembahan Senopati
Bantul di kategorikan baik, motivasi keluarga dalam merawat pasien hipertensi
dikategorikan dalam motivasi sedang, tidak ada hubungan antara discharge
planning dengan motivasi keluarga dalam merawat pasien hipertensi di RSUD
Panembahan Senopati Bantul.
Kata Kunci: Discharge Planning, Hipertensi, Motivasi Keluarga