Abstract :
Latar Belakang : Gagal ginjal kronik (GGK) menjadi permasalahan serius bagi
Indonesia. Data Kementerian Kesehatan Tahun 2017 menunjukkan jumlah
penderita penyakit ginjal di Indonesia menempati urutan kedua, dengan
pertumbuhan hampir 100 persen dalam kurun waktu 2014-2015. Peningkatan
kualitas hidup pada penderita GGK menjadi prioritas keperawatan dan perlu
mendapatkan penanganan. Pasien memerlukan mekanisme koping yang efektif
utuk mengurangi atau mengatasi permasalah psikologis pasien, sehingga pasien
akan lebih mengerti pentingnya patuh menjalani hemodialisis.
Tujuan : Mengetahui hubungan mekanisme koping dengan kualitas hidup pada
pasien gagal ginjal kronik di unit hemodialisa RSUD Panembahan Senopati
Bantul.
Metode Penelitian : Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross
sectional. Jumlah sampel sebanyak 79 responden, dengan teknik pengambilan
sampel purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner.
Analisis yang digunakan uji statistik product moment.
Hasil Penelitian : Sebagian besar pasien menggunakan mekanisme koping
adaptif yaitu sebanyak 46 orang (58,2%) dan kualitas hidup sebagian besar dalam
kategori cukup sebanyak 68 orang (86,1%). Hasil uji korelasi menunjukkan
adanya hubungan mekanisme koping dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal
kronik di unit hemodialisa RSUD Panembahan Senopati Bantul (p=0,003).
Kesimpulan : Ada hubungan mekanisme koping dengan kualitas hidup pasien
gagal ginjal kronik di unit hemodialisa RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Kata Kunci : Gagal ginjal kronik, Kualitas hidup, Mekanisme koping.