Abstract :
Latar Belakang : Remaja adalah masa transisi dari anak-anak menjadi dewasa. Masa remaja beresiko tinggi untuk terjadinya kenakalan dan kekerasan pada remaja, seperti perilaku bullying (baik menjadi korban, pelaku, dan saksi
). Perilaku bullying merupakan suatu tindakan untuk menyakiti orang lain dan menyebabkan seseorang menderita dan mengganggu
ketenangan seseorang baik secara fisik atau non-fisik.
Tujuan : Mengetahui pengalaman korban, pelaku, dan saksi perilaku bullying remaja di SMP
PGRI Kasihan Bantul Yogyakarta.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang dari siswa kelas
8D di SMP PGRI Kasihan Bantul Yogyakarta yang diambil menggunakan teknik Accidental
sampling. Pengambilan data menggunakan metode wawancara mendalam dan dilakukan
analisi isi (content analisys
).
Hasil : penelitian ini teridentifikasi tiga tema utama yaitu : pengalaman perilaku bullying
pada korban yaitu: merasa takut, rasa cemas tetapi tidak sampai depresi, merasa kurang
percaya diri, tidak melakukan tindakan bunuh diri, dan konsentrasi belajar menurun.
Pengalaman perilaku bullying pada pelaku yaitu: rasa percaya diri yang meningkat, memiliki
rasa puas, memiliki sifat keras, memiliki rasa empati. Pengalaman perilaku bullying pada
saksi yaitu: merasa cemas dan takut.
Kesimpulan : Reaksi psikologis yang dialami oleh korban bullying meliputi takut, rasa
cemas tetapi tidak sampai mengalami depresi, merasa kurang percaya diri, tidak melakukan
tindakan bunuh diri, serta konsentrasi belajar yang menurun. Reaksi psikologis yang dialami
pelaku dari perilaku bullying meliputi adanya rasa percaya diri yang meningkat setelah
melakukan tindakan bullying, memiliki rasa puas, memiliki sifat yang keras, memiliki rasa
empati. Reaksi psikologis yang dialami saksi perilaku bullying meliputi ada rasa cemas dan
takut ketika melihat temannya di bully oleh teman lainnya.
Kata Kunci : Remaja, Perilaku Bullying, Pengalaman Perilaku Bullying