Abstract :
Latar Belakang : Pola asuh adalah berupa sikap dan perilaku ibu atau pengasuh
lain dalam hal memberi makan, kebersihan, memberi kasih sayang, dan
sebagainya berhubungan dengan keadaan ibu dalam hal kesehatan fisik dan
mental. Sebagian besar anak kurang gizi berasal dari keluarga miskin. Keadaan ini
akan lebih buruk jika ibu memilki perilaku pola asuh gizi yang kurang baik dalam
hal penyusuan, pemberian makanan pendamping ASI serta pembagian makanan
dalam keluarga. Makanan pendamping ASI dibutuhkan karena semakin
bertambah tumbuh umur anak, maka kebutuhan bayi akan gizi semakin meningkat
untuk proses pertumbuhan dan perkembangannya. Sehingga dalam pemberian
makanan pendamping ASI harus diiringin pola asuh yang baik.
Tujuan Penelitian : Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan pola asuh dalam praktik pemberian makanan pendamping ASI pada
bayi umur 6-24 bulan di Kecamatan Sedayu Bantul Yogyakarta.
Metode Penelitian : Metode penelitian ini menggunakan survey analitik, yang
menggunakan desain cross sectional, melihat kasus-kasus penyakit atau status
kesehatan masa sekarang, tetapi faktor resikonya diidentifikasi terjadinya kearah
masa lalu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik stratified
random sampling dengan responden 287 baduta makanan pendamping ASI di
Kecamatan Sedayu Bantul Yogyakarta.
Hasil penelitian : Hasil penelitian dengan uji chi square didapatkan nilai p value
0,00 karena nilai Asymp.sig< 0,05 dengan pola asuh otoriter sebanyak 138 bayi
(48,1%) dan makanan pendamping ASI yang tidak sesuai sebanyak 149 bayi
(51,9%).
Kesimpulan : Ada hubungan antara pola asuh dengan praktik pemberian
makanan pendamping ASI pada bayi umur 6-24 bulan di Kecamatan Sedayu
Bantul Yogyakarta.
Kata Kunci : Pola Asuh, Praktik Pemberian MP-ASI.