Abstract :
Latar Belakang: Remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa
dewasa yang memerlukan penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi dalam
dirinya. Ketidakberhasilan remaja dalam perkembangan sosial emosional akan
membuat kurangnya kepekaan terhadap lingkungan,adaptasi dengan teman sehingga
timbul ketegangan yang bisa mengakibatkan perilaku pemecahan masalah
(mekanisme koping).
Tujuan : Mengetahui hubungan antara mekanisme koping dengan kemampuan
perkembangan sosial emosional pada remaja di SMA N I Ngaglik Sleman
Yogyakarta.
Metode Penelitian : Desain penelitian menggunakan pendekatan diskriptif korelasi
dengan desain penelitian cross sectional. Populasi siswa kelas XI SMA N I Ngaglik
Sleman Yogyakarta dengan tehnik pengambilan sampel cluster random sampling,
dengan jumlah sampel 128 siswa. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner
perkembangan sosial emosional dan kuisioner mekanisme koping. Uji statistik
bivariat yang digunakan adalan uji chi square.
Hasil Penelitian : Mayoritas responden adalah perempuan yaitu 89 siswa (69,5%).
Mekanisme koping mayoritas dalam kategori emotion focused coping yaitu 69,5%
dan perkembangan sosial emosional cukup yaitu 91,7%. Analisis uji korelasi
diperoleh p-value 0,317.
Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara mekanisme koping dengan perkembangan
sosial emosional pada remaja di SMA N I Ngaglik Sleman Yogyakarta.
Kata kunci : Mekanisme koping, Perkembangan sosial emosional, Remaja