Abstract :
Latar Belakang : Anak usia prasekolah merupakan anak berusia antara 3-6 tahun yang disebut
juga dengan masa emas (golden age), karena pada usia ini pertumbuhan dan perkembangan
anak berkembanga sangat cepat. Masalah mental emosional yang tidak dapat terselesaikan akan
memberikan dampak negatif terhadap perkembangan anak, terutama terhadap pematangan
karakternya.
Tujuan : Mengetahui Hubungan Kemampuan Ibu dalam Menstimulasi Perkembangan
Psikososial dengan Perilaku Mental Emosional pada Anak Usia Prasekolah di Puskesmas
Sedayu II Bantul Yogyakarta.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional.
Pemilihan sample menggunakan tehnik proportional stratified random sampling dengan
kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan sample sejumlah 50 responden. Variabel yang diukur
pada penelitian ini adalah Kemampuan Ibu dalam Menstimulasi Perkembangan Psikososial
dengan Perilaku Mental Emosional. Uji statistik yang digunakan adalah Chi square. Instrumen
penelitian menggunakan kuesioner.
Hasil : Sebagian besar responden memiliki kemampuan baik dengan perilaku mental emosional
anak yang tidak menyimpang sebanyak 39 responden (92,9%) dan kemampuan ibu cukup
dengan perilaku mental emosional anak tidak menyimpang sebanyak 47 responden (94,0%).
Hasil uji statistik yang dilakukan menggunakan chi square didapatkan bahwa nilai p-value
0,436 dan nilai r -0,086.
Kesimpulan : Tidak terdapat adanya hubungan yang signifikan antara kemampuan ibu dalam
menstimulasi perkembangan psikososial dengan perilaku mental emosional pada anak usia
prasekolah di Puskesmas Sedayu II Bantul Yogyakarta.
Kata Kunci : Kemampuan Menstimulasi, Mental Emosional, Prasekolah.